PIKKO Tak Jadi Pemasok Komponen Mobil Esemka, Impor dari Cina?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mobil Esemka jenis pikap yang diparkir di halaman sisi timur pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, pada Selasa, 23 Oktober 2018.  Mobil Esemka jenis pikap ini jumlahnya makin bertambah jika dibanding pada awal Oktober lalu. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Ratusan mobil Esemka jenis pikap yang diparkir di halaman sisi timur pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, pada Selasa, 23 Oktober 2018. Mobil Esemka jenis pikap ini jumlahnya makin bertambah jika dibanding pada awal Oktober lalu. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia sama sekali tak dilibatkan jadi pemasok komponen mobil Esemka. “Sampai sekarang belum ada. Kami tidak diajak support, kami enggak tahu juga komponennya seperti apa,” ujar Dewan Pengawas PIKKO Indonesia Wan Fauzi kepada Bisnis, Minggu 21 April 2019.

    Baca: Tes Pasar, Mobil Esemka Bima Sudah Bisa Dipesan

    Dia mengatakan, untuk produksi mobil nasional, Pikko dilibatkan sebagai pemasok untuk Alat Mekanis Multi Guna Pedesaan (AMMDes) dan motor listrik Gesit. Khusus untuk AMMDes, pihaknya memasok arm, pedal, dan komponen lainnya. “Kalau AMMDes, PIKKO dilibatkan. Saya kebagian komponennya. Motor Gesit juga dilibatkan untuk membuat komponennya,” katanya.

    Pada akhir 2018, Kementerian Perindustrian menyatakan produksi kendaraan bermotor mobil Esemka akan melalui part by part dengan terus mengupayakan penggunaan komponen produksi dalam negeri.

    “Itu yang disampaikan, dan perusahaan juga meminta informasi serta agar dapat dipertemukan dengan industri komponen KBM [Kendaraan bermotor mobil],” ujar Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin kala itu.

    Kemenperin tidak mengetahui impor komponen yang akan dilakukan oleh perusahaan secara keseluruhan. “Saya tidak tahu secara keseluruhan. Saya dengar sebagian importasi komponen katanya dari Cina,” katanya.

    Baca: 11 Model Mobil Esemka Dinyatakan Lolos Uji Tipe

    Pemenuhan kebutuhan komponen impor untuk keperluan produksi dapat dilakukan menggunakan importasi secara terurai utuh (completely knock down/CKD) atau terurai sebagian (incompletely knock down/IKD). Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No.34/2017 jo Permenperin No. 5/2018 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.

    Sementara itu, salah satu inisiator mobil Esemka, Sukiyat, mengaku sudah lama tidak memiliki hubungan dengan pihak yang sekarang mengurus mobil Esemka. “Saya tidak tahu, saya sudah lama enggak hubungan dengan yang ngurus itu [Esemka],” ujarnya melalui pesan elektronik kepada Bisnis, Minggu 21 April 2019.

    Hingga kini, belum penjelasan dari pihak Esemka terkait dengan komponen untuk mobil nasional tersebut.

    BISNIS

    Baca: Mobil Esemka Bima Masuk Segmen Gemuk, Ini Peta Persaingannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.