Wuling Almaz Diekspor ke ASEAN Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Almaz diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Produk sport utility vehicle (SUV) Wuling pertama di Indonesia, Wuling Almaz, siap melakoni debut ekspornya tahun ini. Mobil itu diproduksi di pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

    Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan bahwa Wuling Motors Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) Wuling di Indonesia siap ekspor Wuling Almaz ke wilayah ASEAN.

    "(Ekspor) Tahun ini. Modelnya Almaz Ke ASEAN," ujarnya kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jumat, 26 April 2019.

    Baca: Wuling Janji Hadirkan Kejutan di Pameran Otomotif 2019

    Sayangnya Dian hanya menyebut wilayah ASEAN saja. Ia tidak gamblang menyebut negara mana yang akan menjadi tujuan ekspor Wuling Almaz. Ia menyebut belum saatnya untuk memberi informasi lebih rinci terkait hal tersebut.

    Pun demikian dengan total berapa unit yang akan diekspor, total negara tujuan, jumlah kandungan lokal, serta apa faktor yang membuat Wuling Almaz dilirik pasar luar negeri.

    "Nanti akan kami infomasikan kembali. Kalau memang sudah waktunya pasti akan kami informasikan. Banyak faktor dan memang permintaannya seperti itu, sabar ya," tutur Dian.

    Baca: IIMS 2019: Harga Wah Wuling Cortez Turbo dan Confero S ACT

    Wuling Almaz diluncurkan pada Februari 2019. Menggendong mesin 1.5L Turbo, model ini masuk ke segmen SUV Medium bersaing dengan merek-merek beken seperti Honda CR-V, Nissan X-Trail, dan Mazda CX-5. 

    Sejak dipasarkan pada Februari 2019, pemesanan Wuling Almaz diklaim sudah mencapai lebih dari 2.000 unit. Model ini menjadi salah satu bintang di booth Wuling bersama Cortez CT dan Confero S ACT yang baru saja diluncurkan di Indonesia International Motor Show 2019 atau IIMS 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.