CEV Valencia: Penyebab Gerry Salim Gagal Finis 10 Besar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerry Salim beraksi dalam Moto2 European Championship 2019. Dok AHM

    Gerry Salim beraksi dalam Moto2 European Championship 2019. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Gerry Salim dan Mario Suryo Aji tidk berhasil finis 10 besar dalam gelaran FIM CEV International Championship 2019 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia – Spanyol Minggu 28 April 2019. Turun pada kelas Moto2 European Championship, Gerry Salim berhasil meraih poin dengan finish di posisi ke-12. Sedangkan Mario yang berlaga di kelas Moto3 Junior World Championship pada balapan perdananya di sirkuit ini berhasil menyelesaikan jalannya balapan dengan posisi ke-16 dan ke-18.

    Baca: Andi Gilang Raih Podium di Supersport 600 ARRC Australia

    Mengawali jalannya balapan dengan posisi ke-18, Gerry melakukan start yang mulus hingga mencapai posisi ke-11. Memasuki lap kedua, sayang jalannya balapan harus terhenti dengan berkibarnya bendera merah sehingga balapan diulang 12 lap.

    Saat balapan diulang, Gerry masih bertahan di posisi ke-11 bersaing dalam grup yang terdiri dari tiga pembalap. Persaingan dalam grup ini sangat ketat hingga akhirnya arek Suroboyo ini harus puas menyelesaikan balap di posisi ke-12 dan meraih empat poin. Atas hasil tersebut Gerry berada di peringkat ke-13 pada klasemen sementara dengan koleksi 10 poin.

    "Saya melakukan start bagus dan bisa melewati beberapa pembalap. Saya memperkecil jarak dengan pembalap di posisi 10 besar. Tetapi, memasuki lima lap terakhir, saya bisa merasakan ban belakang saya mulai sering sliding. Meskipun saya berusaha terus untuk mendekati pembalap di depan, tetap sulit untuk menyalip mereka. Akhirnya saya finis di posisi ke-12 dan meraih beberapa poin penting," ujar Gerry.

    Pada kelas Moto3 Junior World Championship, Mario Suryo Aji start dari posisi ke-22 di balapan yang menuntut teknik tinggi ini. Pada balapan pertama, pemuda berusia 15 tahun ini masih beradaptasi dengan settingan baru pada motornya setelah mengalami high side saat warm up. Namun lap demi lap performa Mario semakin membaik, hingga finish di posisi ke-16.

    Pada balapan kedua yang juga digelar di hari yang sama 28 April, di lap pertama Mario sempat kehilangan konsentrasi hingga melorot ke posisi 30. Perlahan dirinya memperbaiki posisi dan akhirnya finis di posisi ke-18. Perolehan klasemen sementara yang diraih pemuda asal Magetan ini membuat dirinya berada di posisi ke-11 dengan 13 poin.

    Baca: Azryan Dheyo Kibarkan Merah Putih di Thailand Talent Cup 2019

    "Saya berusaha semaksimal mungkin agar terbiasa dengan setting baru. Saya juga mengubah gaya balap saat keluar tikungan dan feeling saya membaik lap demi lap, dan akhirnya finis di posisi ke-16. Pada balapan kedua, saya melakukan kesalahan pada lap pertama, tapi sedikit demi sedikit saya berusaha untuk mendekati grup depan. Sulit untuk melakukannya, tetapi saya bisa kembali dan akhirnya finis di posisi ke-18," ujar Mario.

    GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor A. Indraputra mengatakan hasil positif yang diperoleh para pembalap merupakan buah perjuangan luar biasa yang mereka tunjukan. Hal ini tentu menjadi pemacu semangat untuk tampil lebih baik di gelaran selanjutnya.

    “Pada balapan kali ini, kami melihat semangat juang tinggi ditunjukkan pembalap Astra Honda. Mereka pantang menyerah dan selalu memberikan yang terbaik hingga akhir balapan. Kami harap balapan kali ini dapat menjadi motivasi bagi para pembalap untuk dapat kembali meraih hasil positif pada seri selanjutnya," ujar Indraputra.

    Putaran FIM CEV Repsol berikutnya akan dilaksanakan di Perancis, bersamaan dengan gelaran MotoGP World Championship, dan hanya menggelar satu balapan kelas Moto3 pada Sabtu 18 Mei 2019. Moto2 European Championship akan kembali hadir bersamaan dengan Moto3 Junior World Championship pada putaran FIM CEV berikutnya di Catalunya pada 9 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.