Hasil Bumi Dongkrak Penjualan Daihatsu Gran Max di Sumatera

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Daihatsu di IIMS 2019. 30 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Daihatsu di IIMS 2019. 30 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Bengkulu - Manager Area Sumatera PT Astra Internasional Daihatsu Sales Operation, Budhy lau menjelaskan bahwa penjualan Daihatsu Gran Max di Sumatera dipengaruhi oleh hasil bumi. "Kalau misalnya panen sawit, karet, dan kopi bagus, penjualan Gran Max bakal naik signifikan," katanya di Bengkulu Sabtu, 27 April 2019. 

     

    Jadi, menurut dia, saat hasil bumi baik, penjualan segmen komersil otomatis akan naik, baru setelah itu total pasar mobil penumpang.

    Baca: Pasar Pikap: Daihatsu Gran Max Merajai, Disusul Suzuki Carry

    "Di Sumatera itu Gran Max perbulannya mencapai 450 unit, itu nomor satu untuk pikapnya. Sedangkan di Bengkulu sekitar 60 unit per bulan. Total jualan Daihatsu di Bengkulu ini 150 unit, bahkan kalau hasil bumi sedang baik, penjualan Gran Max bisa sampai 70 unit," ujarnya.

    Ia menambahkan, market sudah penetrasi dan Gran Max sudah ada di hati konsumen. Aftersales Daihatsu sudah terbukti, sparepartnya mudah dicari di mana-mana ada.

    Baca: Penjualan Daihatsu Naik 8 Persen, Sigra dan Gran Max Laris

    "Itu perlu menjadi pertimbangan utama, karena segmen komersil ini kan dipakai terus, tidak bisa nganggur menunggu sparepart dulu, jangan sampai seperti itu. Karena mereka hitungannya harian, mobil dipakai kerja terus," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.