Suzuki Carry Pikap Sudah Meluncur, Kenapa Model Van Belum?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki ST20 (kanan) tahun produksi 1981 milik Dang Sani Imansyah terpilih menjadi pemenang utama

    Suzuki ST20 (kanan) tahun produksi 1981 milik Dang Sani Imansyah terpilih menjadi pemenang utama "Kontes Legend Carry" bersanding dengan New Suzuki Carry (kiri) di IIMS 2019. (Suzuki)

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki menawarkan beragam modifikasi Suzuki New Carry. Beberapa model modifikasi New Carry mulai dari angkot, mobil box, mobil toko, arm roll, dump truk, ambulance, hingga mobil untuk layanan publik. Langkah tersebut bertujuan menyasar lebih banyak segmen pasar untuk kendaraan niaga ringan terbaru itu.

    Baca: Biaya Perawatan New Suzuki Carry Lebih Mahal Rp 10 Ribu

    Head of 4W Product Development & Accessories PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yulius Purwanto mengatakan, Suzuki bekerja sama dengan beberapa perusahaan karoseri untuk menawarkan kepada konsumen beragam pilihan model kendaraan Carry baru. "Unit modifikasi ini juga bisa dipesan, bisa fleet bisa ritel," ujarnya di IIMS 2019, Senin 29 April 2019.

    Yulius menjelaskan, beberapa unit modifikasi itu didasarkan atas kebutuhan dari tren pasar. Harga beragam modifikasi New Carry itu tidak jauh berbeda dengan harga New Carry.

    Dia menlanjutkan, saat ini belum ada model mini van karena model tersebut masih tersedia pada varian APV. "Kalau pengen model versi van sebenarnya mudah dibuat di karoseri karena tidak jauh berbeda dengan angkot. Kami masih pelajari dulu," tambahnya.

    Baca: IIMS 2019: Beli New Suzuki Carry Diklaim Menguntungkan, Kenapa?

    Seperti diketahui pada awal IIMS 2019, Suzuki memperkenalkan secara resmi New Carry. Suzuki memasarkan model pikap on the road (OTR) mulai dari Rp135,6 juta tipe FD, Rp144,1 juta tipe FD AC/PS, Rp136,6 juta untuk tipe WD, dan Rp145,1 juta untuk WD AC/PS.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto