Nissan Leaf Masuk Indonesia 2020, Kemungkinan Jadi Armada Taksi?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Leaf dipastikan masuk Indonesia tahun 2020. (Nissan)

    Nissan Leaf dipastikan masuk Indonesia tahun 2020. (Nissan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Nissan Motors Indonesia menyatakan berupaya menghadirkan mobil listrik Nissan Leaf di Indonesia pada 2020. Hanya saja, Nissan belum memastikan apakah kehadiran mobil listrik terlaris dunia itu diperuntukkan untuk pengguna pribadi atau akan disodorkan ke korporasi, misalnya sebagai armada perusahaan, taksi atau angkutan percontohan lainnya.

    Baca: Test Drive Nissan LEAF: Enteng Melibas Perbukitan, Baterai Irit

    Head of Product Communication PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Hana Maharani memastikan Nissan Leaf akan masuk Tanah Air tahun depan, namun ia mengatakan masih terlalu dini untuk membahas penggunaan mobil itu di masa depan. "Kami sudah konfirmasi mau bawa Leaf ke Indonesia," kata Hana Maharani di Banda Aceh, Senin 29 April 2019.

    Ketika ditanya apakah model itu akan digunakan sebagai taksi listrik, Hana menjawab, "Terlalu dini untuk membicarakan itu. Kita lihat nanti."

    Baca: Begini Sistem Satu Pedal Mengendalikan Mobil Listrik Nissan LEAF

    Bluebird, salah satu operator taksi telah memulai menggunakan mobil listrik lewat dua model, yaitu BYD dan Tesla Model X. Nissan Leaf pun telah digunakan taksi di Hong Kong. Hana pun mengapresiasi langkah yang dilakukan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem mobil listrik, karena akan mengembangkan pasar di segmen itu.

    "Mobil listrik, Nissan tidak bisa sendirian, tapi butuh ekosistemnya juga. Semakin banyak pemain di market ini, maka semakin bagus. Semakin banyak pemain, marketnya akan terbentuk," jelas Hana.

    Baca: Mengintip Spesifikasi Mobil Listrik Nissan Leaf Terbaru

    Leaf yang bakal diboyong Nissan ke nusantara merupakan mobil listrik terlaris di dunia dengan penjualan 400 ribu unit sejak 2010. Tahun ini, Nissan telah memperkenalkan kendaraan listrik itu ke Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.