Inilah Mesin Sepeda Motor Terbesar Sejagad Buatan Triumph

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triumph Rocket III. Sumber: MCN

    Triumph Rocket III. Sumber: MCN

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah memamerkan teaser sejak Januari 2019, Triumph akhirnya meluncurkan Rocket III TFC baru. Motor ini menggunakan basis Rocket III lama yang diluncurkan pada 2004 dengan banyak perbaikan. Mesin ini menggunakan mesin 2.458 cc membuatnya menjadi motor produksi bermesin terbesar di dunia.

    Baca: New Triumph Scrambler 1200 XE Mulai Dijual, Harga Setengah Miliar

    Mesin baru ini menghasilkan torsi paling tinggi 163 ftlb dengan tenaga 167bhp. Tak hanya itu, beberapa part eksotis juga digunakan seperti katup titanium, yang memungkinkan Triumph bisa menembus red line. Beberapa part juga menggunakan bahan karbon yang kuat. Teknologi lainnya mencakup kontrol traksi lean-sensitif, ABS di tikungan, empat mode pengendaraan plus quickshifter dan autoblipper.

    Indikator Triumph Rocket III. Sumber: MCN

    Ada juga fitur kenyamanan selama turing seperti kontrol jelajah, hill hold control, kunci kontak tanpa kunci, dan pemantauan tekanan ban. Semuanya fitur bisa dipantau lewat layar dasbor TFT warna yang dilengkapi dengan dongle Bluetooth opsional sehingga bisa terhubung telepon maupun GoPro.

    Triumph menyiapkan Rocket baru berhadapan dengan Ducati Diavel. Andalan Triumph ini menggunakan rangkanya juga baru, swingarm satu sisi, sistem pembuangan 3-1-3. Motor ini menggunakan suspensi depan Showa 47 mm yang dapat disetel. Pada sistem pengereman mengandalkan Brembo dengan sistem master radial yang dapat disesuaikan termasuk kaliper Stylema spec tertinggi serupa dengan Ducati Panigale V4.

    Baca: Motor Triumph Milik Brad Pitt Laku Dilelang Rp 570 Juta

    Hanya saja dengan teknologi terkini dan kemewahan yang dimiliki Triumph Rocket III, konsumen harus menebusnya cukup mahal yaitu £ 25.000 atau sekitar Rp 464 juta.

    MCN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.