DFSK Glory 560 Dijual Murah, Begini Tanggapan Honda

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Honda BR-V diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    New Honda BR-V diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Semarang - PT Sokonindo Automobile (Sokon), produsen mobil Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia, meluncurkan Sport Utility Vehicle (SUV) DFSK Glory 560. Model ini dijual dengan harga mulai dari Rp 189 juta.

    Harga ini jauh di bawah harga kompetitor dari Jepang seperti Toyota Rush (termurah Rp 244,25 juta), Daihatsu Terios (mulai Rp 202,3 juta), dan Honda BR-V (mulai Rp 238 juta). 

    Baca; New Honda BR-V Diluncurkan di IIMS 2019, Simak Perubahannya

    Menanggapi hal ini, Direktur PT Mandalatama Armada Motor, Honda Semarang Center, Sumantri, mengatakan bahwa harga murah hanya satu di antara sekian faktor yang menjadi pertimbangan orang membeli mobil.

    Grand launching DFSK Glory 560 di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    "Banyak konsumen yang melihat sisi lain lebih penting, misalnya resale value (nilai jual kembali). Kalau resale value rendah, dijual murah, pasti mereka akan berpikir ulang untuk membeli mobil itu," kata Sumatri di sela-sela New Honda BR-V Media Test Drive di Semarang, 2 Mei 2019.

    Sumantri optimistis Honda BR-V dengan segala penyegarannya mampu bersaing di wilayah Jawa Tengah. Honda BR-V selama disebut hanya memberikan kontribusi sebesar 100 unit per bulan, tapi dengan model baru ini ia optimistis naik sekitar 20 persen.

    Baca: Menjajal Fitur Anti Mundur Honda BR-V di Tanjakan Kamojang

    Di Semarang, lanjut dia, Honda Brio menjadi kontributor terbesar dengan angka 700-800 unit per bulan. Disusul Honda Mobilio dengan angka 400 unit per bulan. "Dua model itu menjadi tulang punggung penjualan di wilayah Jawa Tengah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?