Motor Masuk Tol Diklaim Kurangi Kecelakaan, Begini Konsepnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor antri di loket pembayaran Jembatan Suramadu, di Madura (17/6). Mulai Rabu (17/6) pukul 00.00, resmi diberlakukan tarif  penyeberangan Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 30 ribu untuk Mobil. Foto: TEMPO/Rohman Taufiq

    Pengendara sepeda motor antri di loket pembayaran Jembatan Suramadu, di Madura (17/6). Mulai Rabu (17/6) pukul 00.00, resmi diberlakukan tarif penyeberangan Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 30 ribu untuk Mobil. Foto: TEMPO/Rohman Taufiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Wacana sepeda motor masuk tol menuai pro dan kontra. Salah satu yang kukuh agar pemerintah membuat tol khusus sepeda motor adalah ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau biasa dikenal Bamsoet. Menurutnya dengan adanya tol untuk motor bisa mengurangi korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas.

    Mengingat korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua. Untuk itu jika ada jalan tol khusus untuk motor diyakini Bamsoet bisa mengurangi korban jiwa tersebut.

    Namun tentu hal tersebut tidak dapat terlaksana dengan bantuan dari pemerintah. Menurut Bamsoet, hanya pemerintah yang dapat memberi perintah kepada para perusahaan yang terkait dengan jalan tol untuk membuat tol untuk motor.

    Baca: Ketua DPR RI Dukung Rencana Jalan Tol untuk Sepeda Motor

    "Kalau pemrintah sudah memerintahkan memutuskan para pengusaha tol ini wajib membangun tol khusus roda dua ini akan memabntu rakyat kita dan mengurangi keclakaan lalu lintas karena kan banyak pengguan motor," ujarnya kepada wartawan, di JIExpo Kemayoran, Minggu 5 April 2019.

    Bamsoet mengambil contoh tol untuk motor yang ada di Bali. Berdasarkan data yang diketahuinya, selama 10 tahun tol untuk motor ada di bali jarang sekali terjadi kecelakaan. Meskipun ada tidak sampai merenggut korban jiwa.

    Baca: Kata IMI Soal Rencana Jalur Sepeda Motor di Jalan Tol

    "Bali sudah 10 tahun tol cuma ada 18 kecelakaan dalam 10 tahun, itu pun tidak ada kematian hanya kerugian material saja kaya motornya lecet-lecet. Jadi nggak ada tabrak adu banteng, tabrak dari samping dan lainnya," tutur Bamsoet.

    "Jadi (dibuat jalan tol khusus sepeda motor) satu arah lebih terjamin, kalau macet tetap selamat, 2,5 meter, 1 meter untuk bahu jalan itu clear. Jadi mengacu pada Bali seharusnya kita bisa mengurangi kecelakaan korban lalu lintas," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.