Turun Mesin Mobil Holden, Simak Biaya dan Harga Onderdilnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil Holden yang direstorasi di bengkel Omah Ijo Auto Work Yogya. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Sejumlah mobil Holden yang direstorasi di bengkel Omah Ijo Auto Work Yogya. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Berburu onderdil untuk mobil klangenan Holden bisa dibilang gampang gampang susah. Pemilik Holden sebaiknya perlu hati hati benar agar Holdennya tak sampai rusak dan turun mesin.

    Sesepuh komunitas Holden Yogyakarta, Holdendiningrat, yang juga pemilik bengkel spesialis Holden Omah Ijo Auto Work, Denny Ardiyan alias Abenk menuturkan untuk onderdil Holden sebenarnya barangnya mudah dicari di Indonesia.

    "Kalau onderdil sih enggak susah carinya, orisinil atau tiruan yang baru masih banyak," ujar Abenk kepada Tempo Rabu 8 Mei 2019.

    Baca: Omah Ijo Auto Work Yogya: Bengkel Mobil Holden Murah Meriah

    Namun Abenk menuturkan, meskipun onderdil orisinil baru gampang dicari, harganya tak lantas murah.

    Apalagi jika mobil mengalami kerusakan parah dan sampai turun mesin. Otomatis semua komponen harus diperbaharui atau diganti baru ibarat merestorasi ulang daleman mobil.

    "Biaya turun mesin paling murah kalau di bengkel saya Rp 15-20 juta, onderdil ganti semua over all kalau mau mesin berasa normal kembali," ujarnya.

    Biaya besar turun mesin itu meliputi penggantian mulai dari stang seher, ring seher, seher, metal jalan, metal duduk, hingga penggantian platina atau CDI.

    Abenk menuturkan mencari onderdil orisinil baru untuk Holden bisa dilakukan di sejumlah kota besar tanah air dan tak perlu lewat pasar gelap. Onderdil orisinil itu menurut Abenk masih tersedia seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya juga Yogya.

    Baca: Holden Manis Bos Omah Ijo Ini Dihargai Setara Mitsubishi Xpander 

    Meskipun diakui Abenk, untuk onderdil tertentu seperti packing set yang orisinil sudah mulai susah. Sehingga mulai banyak yang membuat tiruannya alias KW nya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.