Ngebut saat Mudik, 2 Part pada Motor 2 Tak Gampang Rontok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkendara dengan kencang atau ngebut tidak disarankan baik pada mobil maupun motor, selain membahayakan nyawa sendiri dan orang lain, kendaraan yang sering dipakai ngebut akan merusak bagian-bagian tertentu.

    Baca: Mudik Naik Sepeda Motor, Berikut Ini Tip Gaya Berkendara Aman

    Lantas bagian apa pada motor 2 tak yang mudah rusak jika sering dipakai ngebut? Mekanik Bengkel Boaz Motor, Irwan mengatakan bagian yang cepat rusak jika motor 2-tak dibawa ngebut adalah reed valve atau biasa disebut membran.

    "Gara-gara pemakaian kebut-kebutan, yang paling bikin cepet rusak membrannya. Jadi kalau seperti 4 tak itu klepnya,kalau di 2 tak tidak ada ada klep," ujarnya kepada Tempo di Ciputat, Rabu 8 Mei 2019.

    Membran memilki fungsi sebagai katup yang mengatur masuknya campuran bahan bakar dan udara ke mesin. Letak membran berada di antara intake manifold.

    Selain itu, membran juga berfungsi sebagai penghalang terbakarnya bahan bakar di luar silinder. "Membran membantu ke si pengapian, pembakaran," ucap Irwan.

    Simak: Alasan Pemudik yang Lebih Pilih Pakai Sepeda Motor

    Selain jangan kebut-kebutan, Irwan juga menyarankan tidak memainkan kopling motor. Sebab hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada kampas kopling.

    "Mengakibatkan kampas kopling cepat. Jadi dia nahan kan otomatis kampas kopling itu lama kelamaan habis. Ketarikan motor juga ngaruh," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.