IIMS: Penjualan Glory 560 Beda Tipis dari Avanza, Ini Kata Toyota

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grand launching DFSK Glory 560 di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Grand launching DFSK Glory 560 di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pagelaran Indonesia International Motor Show atau IIMS 2019 usai, produk terbaru dari produsen asal Cina, DFSK Glory 560 laris. Bahkan angkanya pemesanannya mendekati Toyota Avanza.

    Berdasarkan data yang ada, dari total surat pemesanan kendaraan (SPK) DFSK sebanyak 1.487 unit, Glory 560 terpesan sebanyak 1.056 unit, hanya beda 50 unit dengan Toyota Avanza yang terpesan 1.106 unit, dari total SPK Toyota sebanyak 3.872 unit sepanjang IIMS 2019 berlangsung.

    Meski dalam total SPK Toyota jauh melampaui DFSK, tapi yang patut dilihat adalah perbandingan jumlah pemesanan Glory 560 yang notabennya masih seumur jagung dengan mobil terlaris di Indonesia, Avanza yang beda tipis. Meski demikian, Toyota tidak ambil pusing atas pencapaian tersebut. Dan menganggapnya persaingan yang biasa terjadi.

    Baca: IIMS 2019: Penjualan DFSK Glory 560 Nyaris Sundul Toyota Avanza

    "Persaingan itu bukan ancam mengancam atau apalagi bunuh membunuh. Lebih tepatnya mengisi kekosongan yang tidak dimiliki oleh pemain yang sekarang sudah ada. Dan memilih produk atau segmen mana yang akan dimasuki," ujar Executive General Managern PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi Tempo, Sabtu 11 Mei 2019.

    Meski bukan dianggap ancaman, namun pencapaian DFSK dengan Glory 560-nya patut diwaspadai oleh para produsen lain, termsuk Toyota yang masih menjadi raja penjualan mobil di Indonesia.

    Lanjut Soerjo mengatakan, tidak ada kekhawatiran yang berlebih dari Toyota. Bahkan ia menegaskan Toyota rela berbagi angka dengan produsen lain termasuk DFSK demi target penjualan mobil nasional yang sudah ditetapkan.

    "Kami siap berbagi demi market otomotif Indonesia tetap diatas 1 juta unit," kata Soerjo.

    Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengaku tidak merasa terganggu dengan hasil penjualan mobil-mobil Cina belakangan ini. Seperti diketahui, Wuling Almaz yang berada di segmen Honda CR-V meraih hasil penjualan yang cukup baik dalam beberapa bulan terakhir. 

    Baca: Duet Maut Toyota Avanza - Daihatsu Xenia, 2,75 Juta Unit Terjual

    Berdasarkan data Gaikindo, pada Februari 2019 Wuling Almaz terjual 568 unit. Sedangkan Honda CR-V 534 unit. Di bulan Maret 2019, Almaz terjual sebanyak 397 unit dan Honda CR-V 270 unit. Jonfis menilai segmentasi konsumen Honda CR-V berbeda dengan Wuling Almaz. "Sejauh ini kami tidak merasa terganggu. Segmentasinya berbeda," kata Jonfis di sela-sela Honda BR-V Media Test Drive di Jepara, 3 Mei 2019.

    KHAIRUL IMAM GHOZALI | WP 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.