Hankook Jual Ban Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp 600 Ribu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produsen ban premium global, Hankook Tire, dianugerahi tiga penghargaan dalam kategori Professional Concept and Product pada iF Design Award 2019. (Hankook)

    Produsen ban premium global, Hankook Tire, dianugerahi tiga penghargaan dalam kategori Professional Concept and Product pada iF Design Award 2019. (Hankook)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 10 Januari PT Hankook Tire Indonesia meluncurkan beberapa produk ban terbaru, salah satunya Kinergy Eco2 yang sudah mulai diedarkan sejak bulan lalu. Ban dibanderol Rp 600 - Rp 1 juta.

    "April kita sudah mulai order beberapa melalui distributor, di bulan ini kita sudah ready. Harga R 600- Rp 1 juta," ujar National Sales Manager PT Hankook Tire Indonesia, Apriyanto Yuwono, di Jakarta, 14 Mei 2019.

    Baca juga: Hankook Luncurkan 5 Varian Ban, Andalan untuk MPV dan LCGC

    Kinergy Eco2 disebut Apriyanto merupakan model penyempurnaan dari generasi sebelumnya Kinergy EX yang mempunyai beberapa kelebihan termasuk teknologi ramah lingkungan yang ada pada Kinergy Eco2.

    "Penyempurnaan dari Kinergy sebelumnya Kinergy EX yang punya kelebihan seperi silent, empuk, soft, comfort, dan ini Kinergy Eco2 memang penyempurnaannya," sebutnya.

    "Disamping itu karena ada Eco2 kita peduli terhadap lingkungan jadi ada teknologi ramah lingkungan," tambah Apriyanto.

    Baca juga: Hankook Luncurkan Ban Ventus V2 Concept2, Apa Itu?

    Hankook Kinergy Eco2 dan Hankook Optimo ditujukan untuk mobil MPV dan LCGC yang merupakan mayoritas penjualan di Indonesia. Kedua ban ini menawarkan kenyamanan dan keiritan bahan bakar. Hankook Kinergy Eco2 adalah ban musim panas yang dikembangkan untuk mobil modern berukuran kecil, compact, dan menengah.

    "Untuk mobil semua jenis dari ring 14 sampai 16 ke atas. Ada 30 ukuran LCGC, MPV, sampai SUV sama Low SUV juga ada," pungkas Apriyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.