92 Persen Ban Hankook Made in Indonesia Diekspor ke 180 Negara

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban Hankook. hankooktire.com

    Ban Hankook. hankooktire.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hankook merupakan ban dengan reputasi global. Ban asal Korea Selatan ini memiliki pabrik prakitan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, berada di bawah naungan PT Hankook Tire Indonesia. 

    Meski sudah memproduksi bannya secara lokal di Cikarang, tapi Hankook Indonesia menjual produk ban made in Indonesia itu lebih banyak untuk ekspor ketimbang pasar domestik.

    National Sales Manager PT Hankook Tire Indonesia, Apriyanto Yuwono, penjualan ban rakitan lokal pabriknya di Cikarang mencapai 92 persen untuk pasar luar negeri alias diekspor. Sisanya, hanya 8 persen dijual untuk pasar Indonesia.

    Baca juga: Hankook Jual Ban Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp 600 Ribu

    Apriyanto menyebut ada 180 negara tujuan yang menjadi pasar produk Hankook buatan pabrik Indonesia. Terutama di Eropa dan Amerika. Dan pabrik mereka disebut punya kapasitas yang mencukupi untuk memenuhi semua pasar baik ekspor maupun domestik.

    "Ekspor 92 persen kurang lebih sisanya Indonesia 8 persen. ada 180 negara mayoritas di Eropa, Amerika, midle east, Asia. Buatan Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa 14 Mei 2018.

    "Memang kapasitas pabrik kita besar. Kapasitas pabrik kami kurang lebih 12 jutaan setahun," tambah Apriyanto.

    Baca juga: Simak Tip Memilih Ban Mobil yang Tepat Ala Hankook

    Apriyanto mengatakan alasan mereka lebih banyak menjual produknya untuk ekspor ketimbang pasar domestik, karena memang Hankook awalnya lebih dikenal oleh pasar global.

    "Hankook awalnya lebih dikenal di dunia yah secara global. Memang kami sudah masuk ke beberapa OEM global terutama Eropa dan Amerika," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.