Tips Sederhana Jaga Ban Mobil Tetap Prima saat Dibawa Mudik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seroang pegawai membersihkan ban mobil BMW X6 M dalam pembukaan European Motor Show untuk media di Brussels, Belgia, 15 Januari 2015. (AP Photo)

    Seroang pegawai membersihkan ban mobil BMW X6 M dalam pembukaan European Motor Show untuk media di Brussels, Belgia, 15 Januari 2015. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ban mobil merupakan salah satu bagian pada kendaraan yang paling krusial. Alasannya ban merupakan satu-satunya bagian pada kendaraan yang bersentuhan oleh jalan sehingga harus diperhatikan betul kondisinya.

    Mendekati momen mudik Lebaran pemudik yang menggunakan mobil sebaiknya memeriksa lebih dulu kondisi kendaraan, termasuk ban.

    Baca Juga: Hankook Jual Ban Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp 600 Ribu

    National Sales Manager PT Hankook Tire Indonesia, Apriyanto Yuwono, mengatakan ada dua tips agar ban tetap prima saar dibawa mudik. Pertama, perhatikan tekanan angin pada ban. Pastikan tekanan angin pada ban sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

    "Pertama memang nyawa ban itu ada di tekanan anginnya, tekanan angin harus standar ya, standar dari kendaraannya itu sendiri pasti ada, ada rekomendasi dari pabrik," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

    Lalu yang berikutnya dari cara pemakaiannya. Usahakan hindari jalan-jalan rusak. Jika tidak bisa dihindari, jangan diterabas dengan kecepatan tinggi. "Memang cara mengemudi harus konstan, itu juga berpengaruh kepada konsumsi bahan bakar," terang Apriyanto.

    Baca Juga: Toyota Alphard dan Mercy Laris Disewa untuk Mudik, Simak Tarifnya

    Namun ia menyarankan, lebih baik lagi jika ban mobil diperiksa secara rutin, demi keselematan dan kenyamanan saat berkendara baik jarak jauh seperti mudik ataupun sehari-hari.

    "Harus tetap pengecekan angin seminggu atau dua minggu sekali, karena memang ban itu kan terbuat dari karet, pasti ada celah-celah kecil yang bisa membuat angin keluar. Tetap harus pengecekan rutin berkala," ucap Apriyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.