Durasi Ideal Berkendara saat Mudik dan Jeda Istirahat yang Pas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik. Shutterstock

    Ilustrasi mudik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengaturan waktu yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu direncanakan saat ingin mudik ke kampung halaman. Diantaranya mengatur durasi waktu saat berkendara dan beristirahat.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkapkan pengaturan waktu sangat penting dilakukan sebelum perjalanan jauh seperti mudik selain kesiapan kendaraan.

    Baca Juga: Penjualan Mobil Bekas untuk Mudik Alami Penurunan, Penyebabnya..

    Agar aman, setidaknya berkendara tidak lebih dari tiga jam, lalu cari tempat beristirahat yang aman jika memang masih harus melanjutkan perjalanan.

    "Pastikan maksimal mengemudi 3 jam diselingi istirahat kurang lebih 20 menit," Ujarnya saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

    Lalu atur juga perkiraan rute yang akan dilalui. Pilih yang paling aman untuk dilewati dan cepat sampai tujuan. Dengan begitu energi yang dikeluarkan saat berkendara stabil.

    Baca Juga: Mobil Bekas Toyota Calya Laris Menjelang Mudik 2019, Harganya?

    "Semakin cepat sampai semakin hemat energi, dengan menghindari daerah-daerah yang berpotensi menghambat perjalanan," tutur Sony.

    Di luar hal tersebut, Sony menyarankan agar mengkonsumsi makanan yang menunjang kondisi badan agar tetap prima, serta siapkan mental sebelum melakukan perjalanan.

    "Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan dalam masa Puasa untuk menjaga stamina terutama saat melakukan perjalanan jauh. Kenali kemampuan diri saat berpuasa,  guna menunjang saat mengemudi untuk mengurangi risiko bahaya,"ujarnya.

    Baca Juga: Toyota Alphard dan Mercy Laris Disewa untuk Mudik, Simak Tarifnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.