Toyota Menjadi Pendongkrak Penjualan Grup Astra

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Toyota Astra Motor meluncurkan Toyota C-HR Hybrid di Jakarta, 22 April 2019. Mobil tersebut dijual Rp 523 juta on the road DKI. TEMPO/Wawan Priyanto.

    PT Toyota Astra Motor meluncurkan Toyota C-HR Hybrid di Jakarta, 22 April 2019. Mobil tersebut dijual Rp 523 juta on the road DKI. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup Astra mengalami kenaikan pangsa pasar pada April 2019. Hal ini terutama ditopang oleh keberhasilan Toyota menjaga volume penjualan di saat hampir seluruh merek menderita penurunan penjualan. Astra menaungi empat merek mobil mencakup Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot.

    Baca Juga: Duet Maut Toyota Avanza - Daihatsu Xenia, 2,75 Juta Unit Terjual

    Berdasarkan data yang dirilis PT Astra International, pangsa pasar Grup Astra pada April 2019 melejit menjadi 57 persen, adapun pada bulan yang sama tahun lalu sebesar 50 persen.

    Peningkatan pangsa ini lantaran penjualan mobil secara nasional mengalami penurunan signifikan, adapun penjualan mobil bermerek yang diageni Astra mencatatkan penurunan yang lebih sedikit.

    Penurunan penjualan mobil di pasar domestik secara keseluruhan mencapai 17,8 persen menjadi 84.029 unit, adapun penurunan penjualan Grup Astra hanya 6,8 persen menjadi 47.516 unit.

    Baca Juga: Kata Bos Mitsubishi Setelah Melihat Langsung Toyota Avanza 2019

    Astra terhindar dari penurunan signifikan, terutama lantaran kinerja merek Toyota yang berhasil mencatatkan kenaikan penjualan meski tipis, yakni 0,2 persen menjadi 29.564 unit.

    "Hal itu menunjukkan respons konsumen terhadap produk Toyota tetap tinggi di pasar yang sedang kurang menguntungkan. Peningkatan market share itu juga menunjukkan kinerja Toyota jauh di atas rata-rata industri otomotif secara nasional,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.