Mudik Lebaran 2019, Penumpang Bus Mewah Melonjak

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Trans Jawa kolaborasi PT Putera Mulya Sejahtera dengan PT United Tractors melayani rute Jakarta-Semarang-Solo. 14 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali.

    Bus Trans Jawa kolaborasi PT Putera Mulya Sejahtera dengan PT United Tractors melayani rute Jakarta-Semarang-Solo. 14 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali.

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai mode transportasi bersiap menyambut momentum mudik Lebaran. Salah satu yang cukup laris adalah bus mewah, yang disebut meningkat hingga 40 persen penumpangnya dibanding bulan biasanya.

    Artinya, momentum mudik Lebaran menjadi daya dobrak yang cukup kuat untuk Perusahaan Otobus (PO) yang menyediakan bus dengan fasilitas mewah untuk mudik, seperti PO Putera Mulya Sejahtera.

    Kenaikan menurut Pimpinan PO PT Putera Mulya Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, dapat dilihat dari jumlah pemberangkatannya. Sedangkan dibanding tahun sebelumnya naik sekitar 15 persen.

    Baca juga: Mudik Naik Bus Mewah, Simak Tarif dan Jam Keberangkatannya

    "Tahun ini kalau kami liat kita belum hitung dari jumlah kepala yah, kami lihat dari jumlah pemberangkatan, demand untuk pemberangkatan bus itu kenaikannya kurang lebih 30-40 persen dari hari biasa, Senin sampai Minggu," ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin 20 Mei 2019.

    "Sementara kalau dibandingkan dengan tahun lalu naik 15 persen," ujar Sani.

    Baca juga: Mudik Naik Bus Mewah, Fasilitas Setara Pesawat

    Di luar itu indikasi selanjutnya yang diduga Sani menjadi faktor pendorong kenaikan jumlah penumpang lainnya adalah adanya tol Trans Jawa. Setelah adanya ruas tol tersebut, jumlah penumpang bus mewah naik hingga 20 persen.

    "Jadi kenaikan dari sebelum tol Trans Jawa tersambung dan sesudah itu kenaikan sekitar 15-20 persen, rata-rata yah. Nah selain untuk angkutan lebaran 30-40 persen (kenaikan), nah dibanding tahun lalu kami baca dari jumlah pemberangkatan sekitar 15 persen," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.