Begini Posisi Berkendara Motor yang Ideal Saat Mudik Lebaran

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sepeda motor melewati Jalan Raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor,  Minggu, 24 Juni 2018. Pemudik dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran, dan Tasikmalaya mulai memadati jalur Puncak, Bogor. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Pemudik sepeda motor melewati Jalan Raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu, 24 Juni 2018. Pemudik dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran, dan Tasikmalaya mulai memadati jalur Puncak, Bogor. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemudik yang menggunakan sepeda motor butuh tenaga ekstra karena melakukan perjalanan panjang. Untuk itu pula dibutuhkan posisi berkendara yang benar untuk menunjang energi yang dikeluarkan.

    Baca Juga: Mudik: Inilah Daerah yang Harus Diwaspadai Pemudik Motor

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan yang pertama usahakan saat berkendara jauh seperti mudik, posisi badan ditegapkan. Karena jika mulai lelah dapat terlihat posisi badan akan membungkuk.

    "Posisi badan tegap dan ketika sudah mulai membungkuk artinya sudah trjadi kelelahan pada pengendaranya," ujarnya saat dihubungi Tempo, beberapa waktu lalu.

    Selanjutnya beralih ke tangan. Kedua tangan juga menjadi bagian badan yang paling penting diperhatikan posisinya saat berkendara jauh. Buat tangan senyaman mungkin, jika tegang akan cepat capai. "Posisi tangan rilex, tidak kaku dalam mengenggam grip stang," tutur Sony.

    Baca Juga: Alasan Pemudik yang Lebih Pilih Pakai Sepeda Motor untuk Mudik

    Yang terakhir atur posisi kaki. Lanjut Sony menjelaskan, posisikan lututi atau kaki ke dalam. Hal tersebut guna memberi tanda bahwa pengendara sudah mulai lelah ketika posisi kaki melebar ke luar.

    "Posisi lutut atau kaki menghadap ke dalam, apabila sudah melebar artinya pengendara sudah mulai lelah juga," lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.