Yamaha Siapkan 46 Bengkel dan 4 Pos Mudik 2019, Cek Lokasinya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi bengkel dan pos jaga Yamaha. Sumber: Antara

    Lokasi bengkel dan pos jaga Yamaha. Sumber: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyiapkan 46 bengkel jaga dan empat pos jaga untuk memberikan layanan kepada pemudik selama tujuh hari mulai 1 hingga 7 Juni 2019. Lokasi pos jaga yaitu Tajur – Bogor, Nagrek-Bandung, Buntu–Banyumas, dan Caruban–Madiun.

    Baca Juga: Ini Alasan Pengendara Memilih Yamaha Lexi untuk Mudik 

    "Layanan pos jaga dan bengkel jaga ini merupakan salah satu pelayanan dan dukungan Yamaha bagi para pemudik selama pekan Lebaran sehingga momen mudik dapat lebih dinikmati dan berkualitas," kata GM After Sales & Motorsport PT YIMM, M Abidin, dalam keterangannya, Senin 20 Mei 2019.

    Mengusung tema "Mudik Wisata Asik Untuk Semua", layanan pos jaga dan bengkel jaga Yamaha melayani para pemudik di setiap jalur mudik yang dilewati baik antar provinsi maupun antar kota sehingga para pemudik tidak perlu khawatir akan kondisi fisik dan kendaraan saat perjalanan.

    Di Pos Jaga Yamaha terdapat beberapa fasilitas antara lain, layanan FI ready advance berupa pengecekan dan servis gratis untuk semua merek sepeda motor, diskon sparepart dan apparel resmi Yamaha, balai peristirahatan yang nyaman, gratis minuman ringan dan takjil, kuis dan undian langsung berhadiah.

    Baca Juga: Yamaha Permudah Mitra Grab Beli Sepeda Motor Baru

    Para pemudik antarkota Yamaha juga diberikan pelayanan berupa bengkel jaga Yamaha dimana para pemudik dapat servis serta membeli sparepart dan apparel dengan diskon spesial. Pengunjung berkesempatan mengikuti lomba foto dan video testimoni berhadiah dengan cara membagikan momen keseruan saat mengunjungi pos jaga Yamaha di sosial media Instagram, Facebook dan Youtube.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.