Mudik Naik Bus Mewah, Begini Cara Pesan Tiketnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Trans Jawa kolaborasi PT Putera Mulya Sejahtera dengan PT United Tractors melayani rute Jakarta-Semarang-Solo. 14 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali.

    Bus Trans Jawa kolaborasi PT Putera Mulya Sejahtera dengan PT United Tractors melayani rute Jakarta-Semarang-Solo. 14 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali.

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim mudik Lebaran segera tiba, berbagai mode transportasi sudah disiapkan untuk menunjang momen setahun sekali itu. Termasuk bus double decker mewah dari PO Putera Mulya Sejahtera. Moda transportasi ini banyak menjadi pilihan masyarakat seiring dengan tersambungnya jalan tol Trans Jawa. 

    Lantas bagaimana cara memesan tiket bus mewah tersebut untuk mudik Lebaran?

    Pimpinan Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan bahwa penumpang yang ingin memesan tiket bisa langsung memesannya lewat call center PO Putera Mulya Sejahtera.

    Baca juga: Mudik Lebaran 2019, Penumpang Bus Mewah Melonjak

    "Pemesanan bisa langsung telepon reservasi ke call centre kami," ujarnya saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

    Untuk saat ini PO Putera Mulya Sejahtera tidak menyediakan pemesanan tiket lewat online, karena ada beberapa masalah. Namun calon penumpang bisa pesan lewat call center atau langsung datang ke agen PO bus.

    "Atau langsung saja ke agen kami ke masing-masing daerah," tuturnya.

    Baca juga: Mudik Naik Bus Mewah, Simak Tarif dan Jam Keberangkatannya

    Untuk diketahui, bus mewah PO Putera Mulya Sejahtera punya tarif untuk kelas executive Rp 400 ribu, dan kelas di atasnya Rp 550 ribu selama masa mudik. Jadwal keberangkatannya pagi pukul 07.00 WIB - 08.00 WIB, sore pukul 15.00 WIB - 16.00 WIB, serta keberangkatan malam pukul 19.00 WIB - 20.00 WIB.

    Bus mewah rute mudik Lebaran PO Putera Mulya Sejahtera tersedia di banyak termina yakni Kalideres, Poris (Tangerang), Pondok Pinang, pondok Cabe Ciputat, Jatijajar Depok, Bogor, Cilengsi, Pulogebang dan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.