Kantor Pos Amerika Jajal Truk Otonom Cina untuk Mengirim Surat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk otonom TuSimple dipamerkan di industry Expo di Shanghai. (Liu Xin/untuk China Daily)

    Truk otonom TuSimple dipamerkan di industry Expo di Shanghai. (Liu Xin/untuk China Daily)

    TEMPO.CO, Shanghai - Startup truk otonom TuSimple menandatangani kontrak dengan Layanan Pos Amerika Serikat (United States Postal Service/USPS) untuk pengiriman surat dalam program percontohan dua minggu di Arizona dan Texas. Program ini diklaim para analis dapat mempercepat komersialisasi teknologi. 

    Perusahaan, dengan kantor pusat di Beijing dan Shanghai, akan menjalankan serangkaian pengujian truk tanpa supir selama 22 jam di masing-masing negara bagian Amerika Serika itu, termasuk perjalanan pada malam hari dengan lima kali perjalanan pergi pulang.   

    "Langkah ini merupakan tonggak penting bagi TuSimple karena skala operasi otonomnya di luar Arizona dan menandai debut truk otonom di Texas," kata perusahaan itu seperti dilansir China Daily, Kamis, 23 Mei 2019.

    "Sangat menyenangkan untuk berpikir bahwa sebelum banyak orang mengendarai taksi-robo, surat dan paket mereka dapat dibawa dengan truk yang dapat berjalan sendiri (tanpa supir)," kata Hou Xiaodi, pendiri, presiden dan chief technology officer TuSimple. 

    Baca juga: Truk Otonom Bertenaga Listrik Sukses Diuji di Cina

    "Pengujian untuk USPS pada pilot project ini membantu kami memvalidasi sistem kami pada penggunaan atau pengoperasian secara khusus, dan mempercepat perkembangan teknologi serta kemajuan komersialisasi," kata Hou. 

    Juru bicara USPS Kim Frum mengatakan langkah itu adalah inisiatif pertama perusahaan dalam transportasi otonom jarak jauh.

    "Kami sedang melakukan penelitian dan pengujian sebagai bagian dari upaya untuk mengoperasikan kelas kendaraan masa depan.

    Tentunya akan menggabungkan teknologi baru untuk mengakomodasi beragam surat campuran, meningkatkan keamanan, meningkatkan layanan, mengurangi emisi dan menghasilkan penghematan operasional," kata Frum kepada televisi kabel CNBC.   

    Menurut sebuah pengumuman baru-baru ini, TuSimple akan mengangkut trailer USPS lebih dari 1.000 mil antara Phoenix, Arizona, dan Dallas, pusat distribusi Texas Postal Service. Truk akan diawaki insinyur yang memantau sektor keselamatan dan pengemudi selama durasi program untuk memantau kinerja kendaraan dan memastikan keselamatan publik.   

    Song Jin, seorang analis senior di industri otomotif dengan konsultan internet Analysys, mengatakan langkah ini menandai langkah maju yang kuat dalam upaya mengkomersialkan teknologi dan meningkatkan efisiensi pengiriman.   

    Baca juga: Volvo Sukses Uji Coba Truk Otonom di Area Tambang

    "Pengadopsian massal mobil otonom di daerah-daerah yang ditunjuk akan menjadi kenyataan dalam waktu tiga tahun. Perkembangan cepat jaringan 5G dan pengurangan substansial dalam biaya radar dapat mempercepat kemajuan," kata Song. 

    Fakta bahwa USPS memilih TuSimple untuk tes dua minggu menunjukkan bahwa teknologi perusahaan telah unggul dalam persaingan, kata Song.  

    "Kedua belah pihak kemungkinan akan melanjutkan kerja sama mereka jika tes berjalan lancar," tambahnya.   

    TuSimple bertujuan untuk meningkatkan industri angkutan truk senilai US$ 800 miliar (setara Rp 11,6 triliun) dengan meningkatkan keselamatan, mengurangi emisi karbon dan biaya transportasi, serta mengoptimalkan logistik untuk operator armada.   

    Rute jarak jauh dengan waktu penyelesaian yang pendek diklaim sangat cocok untuk truk otonom karena biasanya pengoperasin truk konvensional setidaknya memerlukan tenaga sebanyak dua orang.  

    Kebutuhan pengemudi truk saat ini menghadapi tantangan dalam perekrutan karena persyaratan mengemudi pada malam hari yang ketat. Asosiasi Truk Amerika mengatakan kekurangan supir bisa mencapai 175 ribu pengemudi pada 2024.

    CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.