Mudik 2019: 2 Masalah Sepele Ini Sering Dialami Pengguna Mobil

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik antre di gardu tol darurat di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kertasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu, 9 Juni 2018. Pada H-6 kendaraan pemudik di jalan tol fungsional dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah meningkat, sehingga membuat kemacetan panjang di gardu tol darurat. ANTARA

    Kendaraan pemudik antre di gardu tol darurat di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kertasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu, 9 Juni 2018. Pada H-6 kendaraan pemudik di jalan tol fungsional dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah meningkat, sehingga membuat kemacetan panjang di gardu tol darurat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Puncak arus mudik 2019 diperkirakan terjadi pada 30-31 Mei 2019. Pemudik dihimbau untuk mewaspadai kemacetan yang kemungkinan terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Cikampek-Palimanan. Dua ruas tol ini diprediksi menjadi titik awal lelah pengemudi menuju kampung halaman.

    Kemacetan ini banyak dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat di rest area sepanjang jalur tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan. Nah, saat istirahat inilah pengemudi sering lupa mematikan lampu mobil pada parkir.

    Section Head of Service Administration PT Suzuki Indomobil Sales Totok Yulianto mengatakan bahwa lampu dan elektrifikasi mobil yang menyala pada saat mesin tidak bekerja dapat menyebabkan baterai (aki) mobil cepat habis. "Dari pengalaman kami selama menangani program mudik lebaran, kasus yang sering terjadi adalah aki mobil soak (habis). Karena hal sepele tadi," kata Totok di sela-sela buka puasa bersama media di Mercure Hotel, TB Simatupang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

    Baca juga: Mudik 2019: Suzuki Siapkan 45 Bengkel Siaga dan 162 Towing Car

    Totok berpesan agar pemudik yang beristirahat sejenak di rest area pada saat mudik Lebaran untuk tidak lupa mematikan lampu dan kelistrikan agar aki mobil tidak tekor.

    Masalah kedua yang juga sering dijumpai pemudik, lanjut Totok, adalah kopling aus. Menurut Totok, hal ini bisa saja terjadi karena kondisi macet dan pengemudi lebih sering menginjang setengah kopling. Atau pada saat melintasi tanjakan dengan dalam kondisi lalu lintas padat dengan menginjak setengah kopling. "Dua kasus itu yang sering kami jumpai pada puncak arus mudik maupun arus balik," ujarnya.

    Section Head of Part Sales SIS Antonius Surono menambahkan bahwa untuk mengantisipasi kasus-kasus seperti yang dicontohkan di atas Suzuki Indonesia telah menyiapkan berbagai penanganan seperti jaminan ketersediaan suku cadang, towing car (derek gendong), mekanik, posko dan bengkel siaga 24 jam. "Terutama untuk suku cadang fast moving ya, kami jamin kesiapannya," ujarnya.

    Sementara itu, Service Area PT SIS Ajad Tri Hadimiko menyampaikan bahwa fokus Suzuki dalam pengangan mudik Lebaran tahun ini adalah mengerahkan 162 unit towing car di titik-titik krusial di sepanjang jalur mudik. Mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat. Dari angka itu, 142 unit diperuntukan bagi kendaraan roda empat, dan 21 unit untuk towing sepeda motor. "Untuk roda empat fokusnya adalah penempatan di pintu keluar tol," katanya.

    Baca juga: Mudik 2019: Pembangunan Rest Area Tol Pemalang-Batang Dikebut

    Towing ini, lanjut dia, akan menangani pelanggan Suzuki yang mobilnya mengalami masalah dan membawanya ke bengkel resmi Suzuki terdekat. Jasa towing ini mulai tersedia pada 1 Mei 2019 hingga 10 Juli 2019. "Tidak dikenakan biaya untuk arus mudik maupun arus balik," ujarnya.

    Selain towing, Suzuki juga menyiapkan Posko Siaga Mudik (29 Mei - 4 Juni 2019) dan Bengkel Siaga Mudik (30 Mei - 6 Juni 2019). Posko Siaga Mudik Suzuki terletak di Rest Area KM 102 Tol Cipali dan di Jalan Raya Denpasar, Gilimanuk, Jembrana, Bali. Sedangkan Bengkel Siaga Mudik terdiri dari 30 bengkel mobil dan 15 bengkel sepeda motor.

    Untuk mudik 2019, SIS memperkirakan sekitar 4.620 pelanggan yang menggunakan mobil Suzuki akan merayakan Lebaran di kampung halaman. Jumlah ini meningkat sekitar 12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.