Komunitas Baru Penggemar Holden Bakal Dideklarasikan di Klaten

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Custom seri Holden Monaro di Bengkel Omah Ijo Auto Work Yogya. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Custom seri Holden Monaro di Bengkel Omah Ijo Auto Work Yogya. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pecinta mobil klasik asal Australia, Holden terus bertumbuh di berbagai daerah. Pada 22 Juni 2019, puluhan pecinta mobil Holden di Klaten, Jawa Tengah, juga akan mendeklarasikan wadah baru komunitasnya bertempat di area Pabrik Gula (PG) Gondang Baru, Agrowisata Gondang Winangun Jalan Jogja-Solo, Plawikan, Jogonalan Klaten Jawa Tengah.

    "Ada sekitar 50 pecinta Holden di Jateng-DIY akan turut dalam deklarasi di Klaten itu," ujar pendiri Holdendiningrat Indonesia, wadah pecinta Holden, Denny Ardiyan alias Abenk Minggu 26 Mei 2019.

    Abenk menuturkan belasan tahun, para pecinta Holden di Klaten saat ada kegiatan komunitas, masih selalu bergabung dengan Holden Yogyakarta karena belum memiliki wadah.

    Baca juga: Mobil Holden Monaro Banyak yang Palsu, Begini Cara Mengeceknya

    "Terus ternyata semakin banyak pecinta holden di Klaten dan akhirnya mereka membuat wadah sendiri, dengan nama yang unik nyentrik yaitu PSK kepanjangan Perserikatan Singa Klaten," ujar Abenk.

    Singa sendiri merupakan logo dari mobil Holden. Dalam deklarasi Holden Klaten ini sejumlah mobil lawasan Holden yang sudah digarap bakal dipamerkan sekaligus diajak para pemiliknya keliling kota jelang tengah malam dalam pamungkas acara bertajuk rolling city.

    Jenis Holden yang bakal menyemarakkan acara itu mulai Holden Special FB Station Wagon, Special 1953, Statesman, Pikup Belmont, Primer hingga Kingswood.

    Baca juga: Omah Ijo Auto Work Yogya: Bengkel Mobil Holden Murah Meriah

    Lewat deklarasi di daerah seperti Klaten yang notabene menjadi kota penghubung DIY-Jawa Tengah, Abenk berharap publik juga semakin aware dengan keberadaan Holden sebagai mobil klangenan yang masih sangat layak diajak jalan harian maupun sekedar koleksi pecinta otomotif.

    Sekaligus memperkuat jaringan pecinta Holden di tanah air dan menambah kegiatan baru untuk berbagi pengetahuan soal Holden.

    Semakin banyaknya komunitas maupun wadah pecinta Holden bertumbuh, menurut Abenk juga akan lebih mudah melestarikan mobil yang kian langka itu di Indonesia.

    "Soal Holden disebut mobil langka itu sebenarnya juga tergantung sudut pandang saja, bagaimanapun sekarang populasi Holden juga sedikit, yang langka-langka terutama, kebanyakan hasil restorasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.