Bos Nissan Sebut Ada Kemungkinan LEAF Jadi Armada Taksi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Leaf. (Nissan)

    Nissan Leaf. (Nissan)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Nissan Motor Indonesia membuka peluang Nissan LEAF hadir ke Indonesia menjadi armada taksi. Kerja sama produsen mobil listrik BYD dan perusahaan taksi Blue Bird menjadi sinyal positif bahwa pemerintah mulai mengujicoba kendaraan listrik secaara massal.

    Baca Juga: Begini Sistem Satu Pedal Mengendalikan Mobil ListrikNissan LEAF

    Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi mengatakan bahwa dalam waktu dekat kendaraan listrik milik Nissan yaitu LEAF dan e-Power akan diboyong ke Indonesia.

    "Mungkin untuk pertama kami akan perkenalkan ke pemerintah dahulu bagaimana kami memanfaatkan EV dalam bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan energi, infrastruktur, dan bagaimana membangunnya. Itu jadi langkah pertama dan akan membantu merek kami menjadi bagian dari pemerintah dalam menentukan regulasi, infrastruktur yang lebih baik," ujarnya di Jakarta, Senin 27 Mei 2019.

    Opsi menggunakan LEAF sebagai taksi dalam pilot project masuk dalam pertimbangan, kendati dia masih membuka kemungkinan lain dalam membawa model tersebut masuk Indonesia.

    Selain itu, Sekiguchi juga memastikan terkait kendaraan listrik, Nissan tidak hanya mengincar volume penjualan. Menurutnya, tugas utama Nissan adalah bersama pemerintah membangun infrastruktur penunjang kendaraan listrik dan memberi masukan dalam penetapan regulasi terkait.

    Baca Juga: Nissan Leaf Nismo Dijual di Jepang, Harga Mulai Rp 735,8 Juta

    Nisan LEAF adalah salah satu mobil listrik paling laris di dunia. Varian teranyar Nissan LEAF yakni LEAF Autech juga rencananya akan dirilis di Jepang bulan depan. Sekiguchi menilai model tersebut memang memiliki banyak keunggulan dan sangat cocok digunakan di Indonesia ke depannya. Entah LEAF atau e-Power, sinyal positif pun sudah diberikan Nissan yakni kemungkinan besar kendaraan listriknya tersebut akan diboyong ke Tanah Air tahun depan.

    "Bukan tahun ini tapi tidak jauh dari 2019," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.