Pemilu 2019, Penjualan Mobil Premium Anjlok

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Mercedes-Benz di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Mercedes-Benz di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dapat dipastikan Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mengakibatkan penurunan penjualan disektor otomotif, baik itu mobil penumpang maupun komersial.

    Namun dari semua jenis mobil tersebut, ternyata segmen mobil premium terkena dampak penurunan penjualan yang lebih besar karena Pemilu 2019. Hal tersebut disampaikan Deputy Director Sales Operation and Product Management, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.

    Baca juga: Penjualan Mobil Kuartal I 2019 Turun 13 Persen, Nissan Bangkit

    "Market di segmen premium itu lebih tinggi dibanding total industry volume. Karena kalau saya baca, Januari-Maret yah setahu saya (mobil non premium) turun di 11,9 persen atau berapa, sementara di premium 19 persen turunnya," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta beberapa waktu lalu.

    "Kami lihat gitu, pembeli Mercedes-Benz ini sudah punya first, second car gitu ya, jadi kadang untuk membeli mobil baru urgensinya belum setinggi misalnya segmen lain.

    Ia menyebut mobil di segmen premium seperti Mercedes-Benz atau merek lainnya punya kadar sensitif yang lebih tinggi dibanding dengan mobil disegmen biasa, pada situasi tertenu seperti proses Pemilu 2019.

    "Jadi memang di segmen premium cukup sensitif terhadap situasi kondisi keamanan stabilitas seperti itu, jadi memang kalau dari sisi penjualan memang order taking tetap berjalan order baru juga masuk, tapi pada saat delivery pelunasan itu banyakan customer minta ditunda dulu," sebut Kariyanto.

    Baca juga: Penjualan Mobil April 2019 Turun, Toyota dan Honda Naik

    Namun setelah semua proses Pemilu 2019 selesai ditambah momen Lebaran, Kariyanto yakin penjualan Mercedes-Benz atau merek mobil premium lainnya di Indonesia akan kembali normal.

    "Khususnya kemarin yang tanggal 22 Mei sempet ada sedikit let say insecure dan sebagainya berpengaruh terutama minggu-minggu menjelang sesudahnya, kebanyakan customer minta ditunda dulu pengiriman," ucapnya.

    "Usai pemilu ini kami berharap semua berjalan tenang, stabilitas ok, semoga setelah Lebaran back to normal," pungkas Kariyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.