Royal Enfield Himalayan Ini Bengis, Mesin Pakai Turbo

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Modifikasi Royal Enfield Himalayan dengan turbo. Sumber: indianautosblog.com

    Modifikasi Royal Enfield Himalayan dengan turbo. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam ajang Bike Shed Show 2019, tampil Royal Enfield Himalayan yang telah dimodifikasi dengan masang turbocharger. Tak hanya memiliki mesin yang bengis, Royal Enfield Himalayan ini juga memiliki tampilan yang garang dengan penggunaan part kelas premium. Misalnya penggunaan lampu proyektor dan mono swingarm. Motor ini digarap oleh MJR Roach, asal India.

    Baca Juga: IIMS 2019: Royal Enfield Luncurkan 2 Model Baru, Harga Kompetitif

    Pada bagian depan tampilan berubah total dengan penggunaan lampu proyektor empat pod yang menggantikan bawaan motor. Windshield juga telah ditanggalkan dan sebagai gantinya panel khusus telah dipasang di atas lampu depan. Suspensi di bagian depan juga telah diubah dengan menggantinya dengan upside down untuk menambah kesan moge. Suspensi belakang masih mengandalkan monoshock bawaan.

    Sasis dilabur warna baru abu-abu hingga pegangan lampu depan. Tangki bahan bakar masih sama dengan bawaan motor, tetapi joknya telah mengalami modifikasi. Jok telah mengalami papras dan hanya disisakan untuk pengendara atau single seater dan footpegs untuk pembonceng dilepas. Perubahan besar lainnya terjadi di bagian belakang dengan penggunaan mono arm dan velg lebar. Roda depan menggunakan ukuran 21-inci yang dipasangkan dengan ban knobby spek off-road. Knalpot pun kini bisa meningkatkan performa dengan penggunaan model racing dengan dua silincer.

    Baca: Detail Royal Enfield Bobber KX Lebih Garang dari Ducati Diavel

    Turbocharger diklaim meningkatkan performa di Royal Enfield Himalayan, hanya saja modifikator tak mengungkap kenaikannya. Motor ini menggunakan mesin SOHC 411 cc, satu silinder, berpendingin udara, dengan injeksi bahan bakar yang menghasilkan tenaga 24,5 bhp pada 6.500 rpm dan torsi puncak 32 Nm pada 4.250 rpm. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi lima kecepatan. Menghentikan laju, motor ini mengandalkan rem cakram di kedua roda.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.