Fiat Chrycler Batalkan Merger dengan Renault Karena Politik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Fiat. REUTERS

    Logo Fiat. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaFiat Chrysler menyatakan telah membatalkan rencana merger dengan Renault, produsen otomotif asal Prancis, senilai US$35 miliar akibat faktor politik di negara tersebut.

    Seperti dilaporkan Reuters, Kamis, 6 Mei 2019, Pemerintah Prancis—yang memiliki 15 persen kepemilikan saham di Renault—menunda keputusan merger itu karena masih menanti kepastian dukungan dari Nissan Motor Co, mitra Renault di Jepang.

    Pejabat Pemerintah Prancis telah mendesak Nissan untuk mendukung merger itu. Namun, Nissan menyatakan abstain dalam aksi korporasi itu.

    Baca juga: Baby Jeep Dikabarkan Akan Menggunakan Mesin Fiat Panda

    Selain itu, Pemerintah Prancis juga meminta Fiat dan Renault memberikan jaminan bahwa warga Prancis tidak akan kehilangan pekerjaan dan dividen tetap dibagikan bagi para pemegang saham Renault.

    “Sudah jelas bahwa kondisi politik di Prancis saat ini tidak mendukung rencana merger ini,” ungkap manajemen Fiat, seperti dikutip Reuters.

    Di sisi lain, manajemen Renault menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat mengambil keputusan karena permintaan dari perwakilan Pemerintah Prancis untuk menunda pemungutan suara pemegang saham ke pertemuan berikutnya.

    Baca juga: Fiat Ubah Kabin ala Kantor dengan Teknologi Samsung dan Google 

    Kedua perusahaan menyampaikan kepada investor bahwa merger ini akan mengurangi biaya sebesar US$5,6 miliar per tahun. Bagi Fiat, aksi ini akan memberikan akses terhadap teknologi mobil listrik yang dimiliki Renault.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto