Ini Alasan AHM Menggelar Balik Bareng Honda dengan 13 Bus

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  PT Astra Honda Motor (AHM) kembali membuka kesempatan untuk para konsumen setia bergabung dalam Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) 2019

    PT Astra Honda Motor (AHM) kembali membuka kesempatan untuk para konsumen setia bergabung dalam Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) 2019

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Astra Honda Motor berkolaborasi dengan Astra Motor Yogyakarta menggelar kegiatan Balik Bareng Honda 2019 pada Senin 10 Juni 2019.

    Dengan tujuan Jakarta, tercatat 491 pemudik dari Yogyakarta dan sekitarnya diberangkatkan dengan 13 bus dan 200 sepeda motor milik pemudik dikirim menggunakan 5 unit truk standar ekspedisi Honda.

    Baca Juga: Menghitung Tarif Tol Arus BalikMenuju Jakarta, Ini Rinciannya

    Honda Customer Care Center (HC3) Region Head Astra Motor Yogyakarta Djamilah mengatakan arus balik menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari keberadaan tradisi mudik menyambut hari raya Idul Fitri.

    Honda menyelenggarakan program Balik Bareng Honda 2019 untuk meminimalisir resiko kecelakaan sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi pemudik saat kembali ke Jakarta.

    “Resiko yang dihadapi oleh pengendara sepeda motor yang mengikuti arus balik tak kalah besar dengan saat mereka mengikuti arus mudik,” ujarnya.

    Djamilah mengatakan beragam faktor dapat menimbulkan resiko yang berakibat fatal bagi pengendara sepeda motor. Oleh karena itu melalui program ini Honda memberikan layanan arus balik dengan menggunakan bus dan truk ekspedisi menuju ke Jakarta agar peserta bisa sampai tujuan dengan aman dan nyaman.

    Dibandingkan dengan kota lain yang juga memberangkatkan peserta Balik Bareng Honda 2019, Yogyakarta merupakan kota dengan jumlah peserta terbanyak. Terlebih dengan adanya penambahan kuota di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

    Antusiasme tersebut salah satunya diungkapkan oleh Tri, peserta Balik Bareng Honda 2019 dari Gunungkidul yang baru pertama kalinya mengikuti program ini.

    Baca Juga: Arus Balik, Simak Jadwal Sistem Satu Arah hingga Contra Flow

    “Ini pertama kalinya saya ikut program Balik Bareng Honda. Saya senang program ini karena layanannya memuaskan dan seluruh alur prosesnya jelas,” ujarnya.

    Yuwana, pemudik asal Kulonprogo mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir ini dia memilih setia bergabung dalam program Balik Bareng Honda.

    “Tahun ini adalah perjalanan Balik Bareng Honda keenam yang sudah saya ikuti. Saya memutuskan terus bergabung dalam program ini karena fasilitasnya lengkap, perjalanan nyaman, dan tentu saja lebih aman,” ujarnya.

    Balik Bareng Honda 2019 merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Honda terhadap para pemudik. Melalui program ini Honda memberikan fasilitas perjalanan dua arah. Sebelumnya, Mudik Bareng Honda 2019 telah dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2019 dengan titik pemberhentian di Jogja Expo Center (JEC).

    Dalam Balik Bareng Honda 2019 di Yogyakarta, peserta melakukan registrasi ulang di lokasi pemberangkatan yaitu di kantor Main Dealer Astra Motor Yogyakarta sejak pukul 06.00 WIB. Pada proses ini peserta melakukan serah terima sepeda motor Honda beserta kelengkapannya kepada petugas.

    Demi keselamatan saat pengangkutan dari Yogyakarta menuju Jakarta seluruh bahan bakar yang ada dalam sepeda motor akan dikosongkan dan spion akan dilepas. Sesampai di Jakarta nanti sepeda motor akan kembali diisi dengan bahan bakar serta spion akan dipasang kembali sebelum diserahkan kepada pemilik sepeda motor.

    Sembari menantikan proses mulai dari registrasi ulang, serah terima sepeda motor, pengecekan, pemuatan sepeda motor, hingga nanti peserta siap diberangkatkan, peserta yang telah melewati seluruh proses dapat beristirahat sambil menikmati hiburan dan konsumsi yang telah dipersiapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.