Habis Mudik, Oli Mesin Mobil Harus Diganti?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses Servis yang sedang dilakukan mekanik bengkel Auto2000 terhadap mobil customer. Dok Auto2000

    Proses Servis yang sedang dilakukan mekanik bengkel Auto2000 terhadap mobil customer. Dok Auto2000

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran, pemilik mobil disarankan untuk mengganti pelumas atau oli. Lantas setelah mudik haruskah oli mobil di ganti?

    Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi, menjelaskan penggantian oli setelah mudik Lebaran tergantung jarak yang ditempuh. Kalau jarak tempuhnya tidak terlalu jauh pergantian oli setelah mudik tidak terlalu dipersoalkan.

    Baca Juga: Perlukah Mobil Dibawa ke Bengkal Usai Digunakan untuk Mudik 

    Namun bukan berarti tidak diperiksa sama sekali. Meski oli tidak diganti pemeriksaan harus tetap dilakukan. Yakni pemeriksaan level standar oli yang sudah disarankan.

    "Menurut saya tergantung dari jarak tempuh saat mudik, kalau sebelum berangkat mudik sudah melakukan servis, tidak perlu lagi melakukan penggantian oli dan sebaginya, hanya saja memeriksa level-nya apakah masih masuk batas yang disarankan, kalau ada pengurangan tinggal ditambah saja," ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin 10 Mei 2019.

    Ia mengungkap alasan tidak perlu mengganti oli. Menurutnya jika sudah melakukan servis sebelum mudik dan jarak tempuhnya pun tidak terlalu jauh, kemungkinan kondisi oli masih bagus.

    "Karena dapat dipastikan kondisi oli masih bagus mas, namun mungkin saja ada kebocoran dan lainnya sehingga harus dilihat levelnya," tutur Dadi.

    Baca Juga: Servis Toyota Avanza untuk Mudik di Bengkel Ini Mulai Rp 435 Ribu 

    Lanjut Dadi mengatakan, paling tidak batas jarak tempuh yang tidak memerlukan penggantian oli berkisar 1.000 hingga 2.000 km atau di bawah itu.

    "Oli itu bisa 5.000 - 10.000 km tergantung dari tipe olinya," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.