Zat Penambah Oktan Bensin, Apa Dampaknya ke Mesin?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini cukup banyak pemilik kendaraan baik mobil maupun motor yang menggunakan obat untuk menambah oktan atau RON bahan bakar atau disebut octane booster.

    Selain untuk menambah oktan, produk juga diklaim mempunyai beberapa kelebihan lain seperti merawat mesin kendaraan yang dapat membuat performa makin apik.

    Namun yang jadi pertanyaan apakah ada efek samping negatifnya selain kelebihan yang diklaim tersebut?

    Baca juga: Untung Rugi Menggunakan Bahan Bakar Oktan Tinggi

    Pakar Otomotif, Bebin Djuana, mengatakan bahwa pemilik kendaraan tidak perlu terlalu khawatir terhadap efek samping yang dapat merusak mesin karena menggunakan octane booster.

    "Tidak perlu resah karena paling tidak produk-produk seperti ini tidak merusak mesin," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu 12 Mei 2019.

    Meski demikian, Bebin mengatakan agar pemilik kendaraan tidak langsung percaya dengan kelebihan-kelebihan yang diklaim ada pada octane booster. Setidaknya lakukan riset lebih dulu dari testimoni orang yang sudah menggunakannya.

    Baca juga: Cara Mudah Mencampur Bahan Bakar Minyak yang Tepat

    "Seringkali produk-produk octane booster hanya sekedar menaikan oktan sehingga tarikan mesin ringan sesaat, selebihnya hanya janji-janji yang seringkali tidak dibuktikan oleh konsumen," katanya.

    "Karena tarikan terasa ringan beranggapan janji lainnya (irit bahan bakar) juga terpenuhi," ujar Bebin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.