Harga di Bawah Rp 40 Juta, Apa Keunggulan Moge Benelli?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benelli Patagonian Eagle 250 mejeng di Booth Benelli di Pekan Raya Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    Benelli Patagonian Eagle 250 mejeng di Booth Benelli di Pekan Raya Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar motor gede (moge) jenis cruiser di Indonesia diramaikan dengan kehadiran Benelli. Motor merk Italia yang diproduksi di Cina ini memiliki dua andalan, Patagonian Eagle 250 dan Motobi 200 Evo.

    Kedua moge ini dibanderol di bawah angka Rp 40 juta. Harga yang cukup terjangkau untuk motor dengan tampilan ala Harley-Davidson dengan mesin dua silinder (Patagonian Eagle 250).

    Baca juga: Benelli Motor Bawa 5 Produk Baru ke Indonesia

    Brand Development Manager Region 1, PT Benelli Motor Indonesia, Joel Kusuma mengatakan bahwa selain harga yang ekonomis, moge Benelli memiliki ciri khas. "Benelli ada ciri khas. Pertama, dari suara yang benar-benar khas. Kedua, mudah dimodifikasi, karena sekarang itu trennya lebih ke arah custom culture," ujar Joel kepada Tempo, Kamis 13 Juni 2019.

    Benelli memboyong Patagonian Eagle 250 dan Motobi 200 Evo ke Pekan Raya Jakarta. Motor bergaya moge ala Harley-Davidson ini diklaim laris manis. TEMPO/Wira Utama

    Untuk Patagonian Eagle 250, spek motor ini terlihat sangat mirip dengan sejumlah tipe Harley. Motor dengan mesin dua silinder ini makin terlihat gagah dengan setang menjulang dan sandaran jok di bagian belakang. Dari sisi dapur pacu, Patagonian Eagle berkapasitas 250 cc dengan lima percepatan.

    Kemudian untuk Motobi 200 Evo, moge yang lebih kecil dari Patagonian ini menggunakan mesin satu silinder dengan kapasitas 200 cc berpendingin oli yang didukung sistem injeksi bahan bakar. Dari sisi tampilan, Motobi tak kalah retro dibandingkan rival abadinya, Kawasaki W175.

    Baca juga: 2019, Benelli Siapkan Sport 250 dan 500 Hadapi Motor Jepang

    Motobi 200 Evo memakai setang lebar dengan posisi duduk rendah dan kaki yang agak maju ke depan. Moge ini juga twrlihat lebih telanjang ketimbang Patagonian Eagle 250. Lampu depan, sein dan panel instrumen juga didesain bergaya retro. Adapun sisi modernnya, hadir lewat panel instrumen digital.

    Benelli Patagonian Eagle 250 mejeng di Booth Benelli di Pekan Raya Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    Dengan spek dan harga terjangkau tersebut, tak heran jika kedua moge itu laris di Pekan Raya Jakarta 22 Mei-30 Juni 2019. Ya, setidaknya kedua motor ini menyumbang penjualan terbanyak Benelli di PRJ hingga 13 Juni 2019. "Dari total 275 unit yang laku. Paling banyak Patagonian Eagle dan Motobi Evo,"ujarnya.

    Baca juga: Model Mirip Moge, Benelli Patagonian Eagle Laris Manis

    Hanya saja, untuk saat ini pemesanan kedua moge ini masih inden. Dengan kata lain, pembeli wajib menunggu selama beberapa bulan setelah transaksi. Namun, Joel menyatakan bahwa pembeli di PRJ mendapat prioritas khusus.

    "Kalau beli Benelli di sini (PRJ). Sebulan paling lama dari tanggal pembelian (transaksi)," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.