Begini Tampang Renault Triber: Bagian Depan Lebih Mirip SUV

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan Renault Triber.

    Penampakan Renault Triber.

    TEMPO.CO, Jakarta - Renault Triber merupakan mobil MPV entry-level yang dirancang khusus untuk pasar India dan negara berkembang lainnya. Model ini dipastikan panjangnya tidak melebihi 4.000 mm sebagai langkah untuk menekan harga. Renault Indonesia memastikan akan membawa mobil yang menjadi pesaing Toyota Avanza ini pada Juli 2019.

    Baca Juga: Render Renault Triber Memiliki Kemiripan Desain Suzuki Ertiga

    Dari sosoknya Renault Triber adalah model dari keluarga Renault Kwid. Front-end memiliki kemiripan dengan SUV entry-level. Gambar teaser menunjukkan MPV yang menampilkan lampu depan yang lebih agresif, gril radiator berbentuk V yang lebih besar, hood berotot dengan tonjolan yang mencolok dan DRL LED horizontal. Di bagian atas, MPV memiliki rak roof dan antena tiang konvensional.

    Renault Triber mengadopsi platform CMF-A dari Renault Kwid. Kabarnya mobil ini akan memiliki tenaga yang lebih perkasa hingga 7 hp dari hatchback Kwin dengan tenaga 67,07 hp. Mesinnya mengandalkan tipe bensin tiga silinder SCe 1,0 liter. Mesin ini akan dipasangkan dengan transmisi manual 5 kecepatan. Kemungkinan pada 2020, mesin bensin tiga silinder 1.0 liter turbocharged dan opsi AMT 5-kecepatan akan diperkenalkan.

    Baca: MPV Murah Buatan Renault Dirilis di Indonesia saat GIIAS 2019

    Selain DRL LED, fitur utama Renault Triber akan mencakup lampu depan proyektor, sistem infotainment layar sentuh dengan Apple CarPlay dan Android Auto dan kursi baris ketiga yang dapat dilepas. Tak hanya itu, fitur-fitur standar dan tersedia untuk menyertakan ABS, sensor parkir belakang, sistem peringatan kecepatan dan kamera parkir belakang.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.