Bangkitkan Hummer, General Motors Pakai Mesin Tenaga Listrik?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hummer H2 2008 (www.netcarshow.com)

    Hummer H2 2008 (www.netcarshow.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - General Motors (GM) sedang mempertimbangkan ide pengembangan kendaraan ramah lingkungan berpenggerak listrik. Tak tanggung-tanggung, rencana itu akan diterapkan pada merek Hummer untuk truk dan SUV. 

    Seperti dilansir dari Carscoops yang merujuk pada laporan Bloomberg, GM berharap bisa menghidupkan kembali merek yang belakangan mati suri tersebut. Rencana itu dianggap sebagai salah satu solusi untuk menyelamatkan Hummer dari sejarah otomotif dunia.

    Baca juga: Hummer H1 Berstandar Militer, Banderol Harga Rp 3,6 Miliar

    Namun mobil yang identik dengan kendaraan perang (Humvee) itu memang tedengar aneh jika nantinya akan memakai teknologi bahan bakar baterai. "Ibarat wiski non alkohol," tulis laporan itu.

    Merek Hummer paling terdepan sebagai salah satu cara untuk memenuhi permintaan SUV garang yang kian meningkat di pasar otomotif dunia. Pemilihan Hummer untuk dieksplotasi menjadi mobil listrik juga merupakan upaya GM untuk menghindari citra borosnya penggunaan bahan bakar merek tersebut selama satu dekade terakhir.

    Meski demikian, Presiden GM, Mark Reuss terkesan menolak gagasan itu ketika dia mengatakan bahwa dirinya tak yakin dengan usulan tersebut. "Saya suka Hummer tetapi saya tidak yakin (dengan tenaga listrik)," kata dia.

    Baca juga: General Motors Gagal Jual Hummer ke Pabrikan Cina

    Peluncuran kembali Hummer memang terdengar sangat mengada-ada, tetapi bukan rahasia lagi bahwa saat ini GM sedang mengerjakan bermacam-macam truk listrik dan crossover. Salah satu yang pertama diharapkan adalah Chevrolet Bolt EUV (Electric Utility Vehicle) yang diperkirakan akan mengaspal tahun depan.

    CARSCOOPS | WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.