Cara Shell Terlibat Mendorong Kesejahteraan Warga di Pelosok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran kampanye Shell Advance-Libas Tantangan Kita di Panhead Cafe, Rabu 16 Juni 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Peluncuran kampanye Shell Advance-Libas Tantangan Kita di Panhead Cafe, Rabu 16 Juni 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Shell Lubricants meluncurkan kampanye “Shell Advance–Libas Tantangan Kita” untuk memberikan dukungan dan semangat positif kepada para pengendara motor yang berani melibas tantangan dalam kegiatannya sehari-hari. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye global “Shell Advance - Outride Anything” yang diluncurkan pada 2018.

    Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia mengatakan, Indonesia memiliki banyak pengendara motor yang mampu melibas tantangan untuk membantu dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Dalam kampanye ini, Shell menggandeng Mansetus Balawala dari Larantuka, Nusa Tenggara Timur yang memiliki inisiatif untuk meminjamkan motor dan memberikan pelayanan perawatan mesin motor berkala secara gratis untuk membantu para bidan, dokter dan mantri di Larantuka, NTT menjalankan tugas mereka.

    Baca Juga: Cegah Pemalsuan Pelumas, Shell Kembangkan Teknologi Jam Jar 

    “Pak Mansetus telah menginspirasi dan memberikan energi positif bagi pemuda setempat untuk menjadi penakluk keterbatasan. Kami berharap dapat memacu semangat para pengendara motor untuk dapat bergerak memberikan dampak positif untuk komunitasnya,” ujar Dian.

    Larantuka adalah sebuah kecamatan yang sekaligus ibu kota kabupaten Flores Timur dan merupakan salah satu dari empat pulau besar di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara geografis, Larantuka berada di bawah kaki gunung Mandiri yang merupakan wilayah pesisir. Sebagian masyarakat Larantuka masih tinggal di daerah perbukitan yang minim akses transportasi.

    Setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya, Mansetus kembali ke Larantuka untuk mengabdi di kampung halamannya. Awal 2000, Mansetus berdiskusi dengan petugas kesehatan dan penyuluh lapangan keluarga berencana di Larantuka. Dari diskusi tersebut diketahui bahwa angka kematian ibu dan anak di Flores cukup tinggi. Hal tersebut seringkali dikarenakan keterlambatan petugas kesehatan untuk membantu masyarakat yang tinggal di pelosok karena kurangnya transportasi yang memadai dan kondisi medan yang cukup menantang untuk dilalui.

    Baca Juga: Garap Pasar Matik, Shell Luncurkan 2 Produk Oli Harga Terjangkau

    Kenyataan ini mendorong Mansetus bersama kelompoknya melakukan langkah nyata untuk menolong masyarakat. Pada 2002, Mansetus bersama beberapa rekannya mendirikan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) NTT. Yayasan ini memperkenalkan program peminjaman sepeda motor untuk membantu kegiatan operasional petugas kesehatan di lapangan. Cara ini diharapkan dapat membantu mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat dan menolong lebih banyak jiwa.

    “Dengan mengendarai motor, para bidan, mantri, dan dokter dapat lebih cepat dan lebih mudah menjangkau warga terutama saat situasi mendesak,” ujar Mansetus, yang sejak tahun 2007 menjadi ketua YKS NTT. Upaya Mansetus tak hanya sampai disitu karena ia juga memberikan pelatihan berkendara bagi bidan dan mantri yang melibatkan komunitas, serta menyediakan jasa bengkel gratis bagi motor-motor yang dipinjamkan kepada petugas.

    Terkadang Mansetus pun membantu mengantarkan dokter dan bidan setempat menembus wilayah pedalaman untuk memberikan pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, YKS NTT telah memiliki 14 sepeda motor yang siap membantu para petugas kesehatan mendatangi dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Larantuka.

    Baca: 4 Pelumas Shell Ini Berhasil Meraih Sertifikasi SNI

    Hingga saat ini Mansetus Balawala dan komunitasnya telah mendukung pelayanan kesehatan kepada lebih dari 32.000 penduduk di 44 desa di Larantuka, NTT. Kampanye Shell untuk Indonesia merupakan komitmen Shell untuk selalu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Atas segala dedikasi Mansetus dan komunitas yang dipimpinnya, Shell Advance mendukung Mansetus dan komunitasnya untuk memperluas dampak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.