Inden Suzuki Jimny Terbaru di Indonesia Bisa Sampai 1 Tahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setelah beberapa kali muncul modifikasi Suzuki Jimny oleh tangan rumah modif. Kini Suzuki turun tangan menggarap langsung modif SUV imutnya, yakni Jimny Sierra dan Jimny Survive. autocar.co.uk

    Setelah beberapa kali muncul modifikasi Suzuki Jimny oleh tangan rumah modif. Kini Suzuki turun tangan menggarap langsung modif SUV imutnya, yakni Jimny Sierra dan Jimny Survive. autocar.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indmobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek Suzuki di Indonesia memberi tanda bahwa mobil ikonik mereka Suzuki Jimny, akan meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 bulan depan.

    Namun meski benar peluncuran mobil dilakukan pada GIIAS 2019, nampaknya konsumen yang sudah kepincut ingin memiliki dan memesannya harus bersabar. 4W Head of Brand Development & Marketing Research PT SIS, Harold Donnel, mengungkapkan waktu tunggu alias inden Suzuki Jimny bisa sampai 1 tahun sejak pemesanan.

    Baca Juga: Suzuki Jimny Terbaru Meluncur di GIIAS 2019, Tapi Sudah Sold Out

    "Memang sudah kita pelajari itu demand lebih tinggi dari supplay. Nah kalau average global inden itu kan 8 bulan sampai 1 tahun itu average global indent ya, jadi inden yang ada di Indonesia kalaupun itu benar-benar kita rilis tidak akan bisa kita hindari tinggal bagaimana konsumen benar-benar sabar untuk mendapatkan barangnya," ujarnya kepada wartawan, di Makassar beberapa waktu lalu.

    Untuk berapa kuota yang akan diberikan prinsipal Suzuki untuk Indonesia pun lanjut Harold mengatakan, belum bisa dipastikan jumlahnya.

    Sebab, permintaan Suzuki Jimny yang saat ini hanya diproduksi di Jepang bukan hanya dari Indonesia, melainkan seantero dunia. Saat ini pihak Suzuki Indonesia masih membicarakannya dengan prinsipal Suzuki pusat.

    Baca Juga: Anggota SJI Pesan 10 Unit Suzuki Jimny Terbaru, Dikirim Agustus

    "Kalau komposisi supplay-nya belum bisa kita sah-kan, karena semuanya kita masih diskusi dengan prinsipal bagaimana kondisi supplay dan demand karena euforianya benar-benar secara global ya jadi semua negara minta," tutur Harold.

    "Mungkin nanti di waktu peluncurannya kita akan ada informasi yang lebih resmi karena semuanya masih tentatif," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.