Dampak Negatif Menggunakan Bensin Basi dan Campuran Aditif

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andreas Schaefer peneliti bahan bakar Shell. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Andreas Schaefer peneliti bahan bakar Shell. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pemilik motor atau mobil jarang menggunakan kendaraanya sehingga bensin yang terlalu lama tersimpan dalam tangki. Peneliti Bahan Bakar dari Shell Andreas Schaefer menyebut bakan bakar berada di tangki kendaraan paling lama 3-4 bulan.

    Baca Juga: Kata Pakar Shell Soal Mitos Sering Ganti Jenis BBM Merusak Mesin

    Ia tidak menyarankan bahan bakar yang terlalu lama di kendaraan digunakan. "Dikhawatirkan elemen yang terkandung di bahan bakar telah berubah sehingga bisa mempengaruhi performa dari mesin kendaraan," katanya.

    Schaefer juga menyebut zat aditif yang dikandung dalam bahan bakar juga sudah tidak optimal. Sehingga, konsumen tidak akan mendapatkan keuntungan dari teknologi yang dikandung dalam bahan bakar tersebut.

    Selain itu, ia juga menyarankan tidak melakukan penambahan zat aditif ke dalam suatu jenis bahan bakar. Menurutnya, penambahan zat-zat lain ke dalam bahan bakar memerlukan pendampingan dan uji coba secara profesional dan matang.

    Baca Juga: Cegah Pemalsuan Pelumas, Shell Kembangkan Teknologi Jam Jar

    Ia menambahan zat baru secara mandiri oleh pengguna ke dalam tangki mungkin dapat menimbulkan efek yang tidak bisa diatasi sendiri. Jadi, hal ini sangat tidak direkomendasikan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.