Honda dan Toyota Rajai Pasar Mobil Bekas, Mobil Eropa Anjlok

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan Mobil-mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat 28 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    Deretan Mobil-mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat 28 Juni 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrikan mobil Jepang relatif mendominasi penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua. Sementara penjualan mobil bekas pabrikan Eropa cenderung stagnan bahkan untuk hargan jualnya perlahan anjlok.

    "Harga pasar mobil Eropa kebanyakan anjlok seperti Mercedes dan BMW," ujar Sales Marketing Showroom Focus Motor, Subur saat ditemui Tempo di Bursa Mobil Bekas Mangga Dua, Lantai 5, Jumat 28 Juni 2019.

    Baca juga: Beragam Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta, Apa Saja?

    Adapun mobil yang paling laris terjual selama bulan Juni atau pasca-lebaran 2019 mayoritas pabrikan Jepang. Seperti Honda, Toyota, Mitsubishi, Nissan, dan Mazda. Menurut Subur, untuk penjualan mobil di Showroom-nya kebanyakan yang laku adalah mobil dengan kisaran harga Rp100 juta hingga Rp 500 juta.

    "Paling sering laku itu Honda BRV, HR-V, Mobilio, Innova, Pajero, Fortuner, Xpander Jazz, Yaris, Mazda dan beberapa merek lain yang masuk dalam populasi tebanyak di Indonesia," kata dia.

    Mobil yang juga lumayan laris adalah MPV Premium seperti Toyota Alphard. MVP premium yang kerap dijadikan mobil dinas pejabat publik ini masih menjadi magnet tersendiri bagi konsumen.

    Baca juga: Mobil Bekas Taksi Blue Bird Tak Kalah Keren dari Mobil Baru

    "Aplhard tahun 2015 ke atas masih banyak yang nanya-nanya, tapi tahun ini kami kurang stok jadi penjualannya tidak terlalu banyak,"ujarnya.

    Terkait itu, harganya yang rata-rata di atas Rp700 jutaan, membuat jumlah unit mobil bekas Toyota Alphard yang bisa dihitung jari. "Kalau seperti Aplhard itu kan Rp 700 juta lebih. Itupun stoknya terbatas," ucap Subur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.