Hyundai Siap Buka Pabrik di Jawa Barat, Investasi Rp 40 Triliun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Kona resmi diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Hyundai Kona resmi diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi mengatakan sejumlah perusahaan asal Korea Selatan berencana berinvestasi di Jawa Barat. Salah satunya pembukaan pabrik oleh Hyundai Motor Company (HMC).

    Menurutnya, para investor Korsel sangat tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dan Jawa Barat sebagai kawasan yang potensial. "Kami datang satu tim untuk melihat ke depan apa saja yang jadi prioritas bisa dikerjakan bersama," katanya, Jumat 28 Juni 2019.

    Baca Juga: Bawa Fitur Premium, Harga Hyundai Grand Santa Fe 2 Kali SUV

    Ia menambahkan sudah ada pembicaraan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahwa HMC masih terus melakukan berbagai persiapan untuk memulai pembangunan pabrik. Begitu pula, lanjut Umar, sekitar 30 perusahan Korsel lainnya juga siap berinvestasi di Jabar.

    "Hyundai menargetkan produksi sekitar 300.000 unit kendaraan roda empat per tahun, dan membutuhkan ribuan orang pegawai. Mudah-mudahan bisa segera terwujud, karena kalau Hyundai masuk, diidentifikasi 30 perusahaan akan ikut," tambahnya.

    Di lokasi yang sama, Gubernur Ridwan Kamil memastikan investasi pembukaan pabrik oleh Hyundai mencapai Rp40 triliun. 

    Baca Juga: Hyundai Investasi US$880 Juta di Indonesia, Akan Sesukses Wuling?

    “Hyundai akan besar-besaran pindah ke Jabar. Kalau dihitung nilai investasinya lebih dari Rp 40 triliun. Lokasinya? Info Kawasan Rebana ini kan baru, nanti kalau jadi pertimbangan ya silakan. Kalau enggak di Rebana juga enggak ada masalah,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.