Biaya BBNKB Segera Naik, Mobil Jenis Ini yang Masih Laris

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang di sentra penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara menilai kenaikan pengurusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) DKI Jakarta tidak mempengaruhi terhadap minat masyarakat untuk membeli kendaraan.

    "Kenaikan bea balik nama tidak terlalu besar mempengaruhi penjualan mobil, karena saat ini mobil sudah menjadi salah satu kebutuhan," ujar pegawai pemasaran MD Auto Car, Redy M Rifai di Jakarta, Minggu 30 Juni 2019.

    Baca Juga: Biaya BBNKB Akan Naik, Begini Reaksi Calon Pembeli Mobil

    Ia menambahkan konsumen tentu juga sudah memperhitungkan biaya-biaya pengurusan surat-surat kendaraan yang akan dikeluarkan diluar harga kendaraan. Menurutnya, terdapat beberapa karakter pembeli diantaranya orang yang benar-benar membutuhkan mobil untuk beraktivitas dan hanya sekedar hobi atau koleksi.

    "Bagi orang yang benar-benar membutuhkan mobil untuk aktivitas tentu akan tetap membeli meskipun biaya surat naik," katanya.

    Sementara untuk kebutuhan hobi, lanjut dia, kemungkinan bisa menahan untuk tidak membeli mobil. Namun, tetap tidak mempengaruhi penjualan mobil secara signifikan. "Beberapa orang kalau sudah hobi akan diikuti, apalagi dananya ada. Kalau yang pas-pasan tentu bisa menahan untuk tidak membeli," katanya.

    Redy menargetkan penjualan mobil di showroom-nya meningkat sekitar 20 persen pada 2019 ini dibandingkan tahun sebelumnya mencapai sekitar 60 unit mobil. "Mobil-mobil jenis keluarga yang kebanyakan dicari, tetapi jenis sedan juga banyak, tergantung dari kebutuhan calon pembeli," ucapnya.

    Baca Juga: Yamaha Minta Kenaikan BBNKB Ditunda, Ini Alasannya

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada DPRD DKI Jakarta dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jakarta Pusat. Salah satu Raperda itu adalah mengenai Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

    ANTARA

    Baca Juga: Rencana Kenaikan BBNKB, Gaikindo: Harga Kemungkinan Menyesuaikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.