Januari-Mei 2019 Penjualan Truk Anjlok 25 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GIIAS 2015, Hino Siapkan Tiga Produk Baru

    GIIAS 2015, Hino Siapkan Tiga Produk Baru

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan truk selama 5 bulan pertama 2019 tertekan cukup dalam. Tiga pemain utama truk bahkan baru merealisasikan di bawah 32 persen dari total target penjualan yang dipatok pada 2019.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, pengiriman truk ke dealer (wholesales) selama 5 bulan pertama 2019 sebanyak 35.514 unit, turun 25 persen dibandingkan periode yang sama 2018.

    Penurunan penjualan truk ini lebih dalam dari pasar otomotif nasional yang anjlok 14,7 persen pada Mei 2019 (y-o-y). Penurunan paling dalam dialami oleh truk ringan dan truk berat yang masing-masing anjok 24 persen dan 32 persen secara tahunan (y-o-y).

    Baca juga: Hino Pimpin Penjualan Truk Maret 2019, Mitsubishi Fuso Kedua

    Bisnis mencatat, pada tahun ini tiga merek truk Mitsubishi Fuso, Hino Motor dan Isuzu Motors menargetkan pertumbuhan dengan angka beragam. Tahun ini, Mitsubishi Fuso menargetkan penjualan dapat menyentuh angka 55.000 unit, sementara itu Hino Motors sebanyak 45.000 unit.

    Isuzu tahun ini menargetkan penjualan sebanyak 30.170 unit di mana khusus untuk truk berkontribusi sekitar 22.450 unit. Selain memasarkan truk, Isuzu juga menjual kendaraan penumpang, kabin ganda dan pikap.

    Hingga 5 bulan pertama, penjualan ketiga merek ini masih tertekan. Fuso baru merealisasikan 30 persen dari target 2019 atau sebanyak 16.321 unit, sementara Hino 27 persen atau sejumlah12.020 unit.

    Tidak jauh berbeda, Isuzu juga baru merealisasikan sekitar 31,2 persen dari target penjualan 2019. Selama 5 bulan pertama 2019, Isuzu telah memasarkan sebanyak 9.459 unit kendaraan.

    Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo sebelumnya mengatakan, hingga sejauh ini HMSI tidak merevisi target penjualan. Penjualan diharapkan membaik pada semester kedua setelah pesta demokrasi selesai dan aktivitas bisnis kembali normal.

    Baca juga: Penjualan Hino Januari-April 2019 10.528 Unit, Truk Ranger Laris

    "Sementara belum ada revisi, nanti lihat semester kedua lah. Kan kami musti hope for the best lah. Makanya saya katakan mudah-mudahan urusan di Mahkama Konstitusi beres, kalau berkepanjangan semua serba susah," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

    Santiko mengakui, tidak mudah untuk mengejar target penjualan yang dipatok sebanyak 45.000 unit pada tahun ini pada semester kedua. Selain faktor domestik seperti situasi politik, kinerja harga komoditas juga belum stabil karena perang dagang.

    Dia menjelaskan, hampir semua sektor yang selama ini menjadi pendorong permintaan truk seperti logistik, pertambangan hingga komoditas mengalami perlambatan. Pemilu disinyalir berdampak pada pelaku usaha yang menahan diri untuk ekspansi.

    "Saya sih masih mengharapkan semester kedua penjualan truk lebih baik dari semester pertama. Semoga market lebih bagus lah," ujarnya.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.