Presiden Jokowi Dijadwalkan Membuka Pameran Otomotif GIIAS 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat stan KMW saat meninjau pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 2 Agustus 2018. Tempo/Amston Probel

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat stan KMW saat meninjau pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 2 Agustus 2018. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 pada 18 Juli 2019 di ICE, BSD City, Tangerang. Pameran otomotif ke-27 ini akan berlangsung hingga 28 Juli 2019. 

    "Rencananya akan langsung dibuka oleh Presiden Jokowi. Karena seperti yang kita tahu GIIAS merupakan jendela informasi otomotif ke masyarakat Indonesia maupun dunia," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, di Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

    Baca juga: Inikah Nissan X-Trail Facelift yang akan Meluncur di GIIAS 2019?

    Selain itu lanjut Nangoi menyebut GIIAS kali ini akan lebih spesial. Karena penyelenggaraan GIIAS 2019 akan lebih menonjolkan kemandirian dari industri otomotif Indonesia.

    "Spesial karena selama ini kita hanya bicara otomotif untuk Indonesia, tapi kali ini kami kembangkan karena otomotif Indonesia saat ini lebih mandiri. Produksinya suda bisa memenuhi pasar luar negeri," lanjutnya.

    "kami berharap ke depan masuk ke era yang lebih besar dan lebih globaliasi ke depannya," ujarnya.

    Baca juga: Suzuki Jimny Terbaru Meluncur di GIIAS 2019, Tapi Sudah Sold Out 

    Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena Nangoi menyebut saat ini industri otomotif Indonesia telah berhasil mengirim produknya ke puluhan negara. Untuk itu industri otomotif Indonesia disebut sudah lebih mandiri.

    "Selain domestik, mobil buatan Indonesia (produk CBU) sudah diekspor ke 80 negara. Tentunya ini sangat berarti apabila kemampuan industri yang bisa diterima oleh dunia didukung oleh pemerintah untuk bisa membuat ekspor lebih besar, serta dukungan dari para produsen," ujarnya.

    Simak ulasan lengkap GIIAS 2019 di Tempo.co dan Gooto.com. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.