Begini Jadinya Jika SUV Mewah BMW X7 Jadi Pikap

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil pikap berbassis dari SUV BMW X7. Sumber: carscoops.com

    Mobil pikap berbassis dari SUV BMW X7. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaBMW pabrikan mobil mewah asal Jerman hingga kini belum melahirkan mobil kabin ganda atau pikap. Tapi kini telah hadir sebuah mobil pikap dengan logo BMW. Mobil ini tidak main-main karena basis yang digunakan adalah salah satu SUV mewah dan bongsor yaitu BMW X7.

    Baca: BMW X7 dan BMW M850i Terbaru Akan Meluncur di Indonesia

    Hanya saja, mobil ini masih dalam bentuk prototipe. Di balik mobil ini merupakan garapan peserta pelatihan kejuruan BMW yang berkolaborasi dengan divisi Konstruksi Kendaraan Konsep dan Teknologi Model Pabrikan Munich tersebut. Mereka membutuhkan waktu 10 bulan untuk menyelesaikannya, yang berarti pekerjaan dimulai satu bulan sebelum X7 pertama kali diluncurkan kepada dunia Oktober lalu.

    Tim menggarap proyek ambisius ini dengan matang dengan membuat dimensi panjang bertambah 10 sentimeter dibandingkan dengan SUV. Panjang bak dibuat dalam beberapa versi bervariasi dari 1,4 meter hingga 2,0 meter (55-79 in), masing-masing tertutup dan terbuka. Selain itu, mereka telah menggunakan CFRP pada komponen tertentu, seperti atap, pintu belakang dan tutup belakang, yang telah memangkas bobot hingga 200 kilogram dari bobot X7.

    Mempertahankan kemewahannya, interiornya memiliki tempat duduk untuk lima orang yang tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan X7. Mobil ini cocok dipakai untuk melakukan perjalanan ke pegunungan di dalamnya.

    Baca: Tampilan Depan BMW X7 2019 Angry Look, Lampu Laserlight

    Untuk menyoroti kepraktisannya, BMW telah menjajal mengisinya dengan motor penjelajah F 850 GS, yang rodanya menyentuh pintu bak. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kapasitasnya.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.