Ditabrak, Rio Haryanto-David Tjipto Gagal Finish di Fuji Speedway

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Haryanto memacu Ferrari 488 GT3 di balapan kedua Blancpain GT World Challenge Asia di Fuji International Speedway, Jepang, Minggu, 7 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Rio Haryanto memacu Ferrari 488 GT3 di balapan kedua Blancpain GT World Challenge Asia di Fuji International Speedway, Jepang, Minggu, 7 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Fuji, Jepang - T2 Motorsports gagal finish di balapan kedua Blancpain GT World Challenge yang digelar di Fuji International Speedway, Jepang, Minggu, 7 Juli 2019.

    Mobil Ferrari 488 GT3 ditabrak dari belakang oleh Daniel Au (Craft-Bamboo Racing)lain pada menit ke-42 dari 60 menit yang dijadwalkan. Mobil tim T2 Motorsports ditabrak saat memasuki tikungan Dunlop. Saat kecelakaan terjadi, T2 Motorsports berada di posisi 12 overall.

    Baca juga: Jelang Blancpain GT Fuji, Rio Haryanto Lari Pagi Keliling Sirkuit

    Dengan hasil ini, T2 Motorsports gagal menambah poin. Pada balapan pertama, Sabtu, 6 Juli 2019, T2 Motorsports berhasil finish di posisi 4 kelas ProAm. Rio Haryanto dan David Tjipto masing-masing berada di peringkat ke-9 klasmen sementara ProAm dengan angka 40 dan 35.

    Balapan selanjutnya akan berlangsung di Korea Selatan pada 3-4 Agustus 2019.

    Baca juga: Blancpain GT Fuji: Rio Haryanto-David Tjipto Peringkat 4

    Team Principle T2 Motorsports, Irmawan Poedjoadi, mengatakan bahwa secara keseluruhan kedua pembalapnya tampil semakin baik di setiap balapan. Menurut dia, hal penting yang terus diasah timnya adalah menjaga konsistensi kedua pembalap dalam setiap putaran.

    "Gol tim ini adalah Le Mans 24 Hours. Sebuah balapan yang tidak hanya mengandalkan kecepatan mobil tapi juga konsistensi pembalapnya," ujarnya. Irmawan optimistis konsistensi Rio Haryanto dan David akan semakin meningkat di dua seri berikutnya yakni di Korea Selatan dan Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.