Penerimaan Konsumen terhadap Toyota Camry Hybrid Mengagetkan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Camry Hybrid di Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 26 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Toyota Camry Hybrid di Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 26 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedan baru All New Toyota Camry berkontribusi positif terhadap penjualan Toyota selama semester pertama 2019.

    Sedan mewah ini meraih penjualan sebanyak 1.704 unit, naik tinggi dibandingkan semester pertama 2018 yang hanya 523 unit.

    Baca Juga: Ini yang Harus Diwaspadai Pemilik Toyota Camry Hybrid

    Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, penjualan Camry sejauh ini sangat positif di mana rata-rata per bulan sekitar 170 unit hingga 180 unit.

    Dari jumlah itu varian Toyota Camry hibrida berkontribusi sekitar 10 persen dan sempat mencapai 12 persen pasca peluncuran.

    "Sekitar 80 persen itu tipe paling tinggi, begitu juga untuk hybrid animo masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya hybrid itu enggak sampai 5 persen, mungkin 3 persen hingga 4 persen saja," ujarnya di sela-sela Camry Invitational Golf Tournament di Golf Course Royale Jakarta Golf Club, Jakarta, Senin 8 Juli 2019.

    Adapun, All New Toyota Camry Hybrid dipasarkan seharga Rp809,4 juta, lebih mahal dibandingkan Camry lainnya yang dijual seharga Rp616,15 juta (2.5 G) dan Rp649,45 juta (2.5 V).

    Baca Juga: Merasakan Nyamannya Toyota Camry Hybrid

    Selain Toyota Camry hybrid, Toyota juga tercatat memasarkan C-HR Hybrid. Model sport utility vehicle hybrid itu merupakan kendaraan hibrida paling murah di Tanah Air saat ini yakni seharga Rp523,35 juta.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.