Pesaing Isuzu D-Max Ini Pakai Mesin Baru, Handal dan Perkasa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Navara sebagai pesaing mobil pikap Isuzu D-Max. Sumber: europe.nissannews.com

    Nissan Navara sebagai pesaing mobil pikap Isuzu D-Max. Sumber: europe.nissannews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nissan meluncurkan generasi terbaru dari pikap Navara yang akan dijual di pasar Eropa sebagai pesaing Isuzu D-Max. Sejumlah pengembangan itu antara lain transmisi manual enam percepatan baru, suspensi yang telah diperbarui, serta teknologi pengereman yang diklaim lebih andal.

    Suspensi anyar ini membuat Navara sanggup menarik beban yang lebih berat melalui Intelligent Trailer Sway Assist Technology.

    Baca Juga: 2 Alasan Pondok Pesantren Al-Zaytun Borong 19 Unit Isuzu MU-X

    “Navara generasi baru ini dikembangkan dari pengalaman kami membangun Nissan selama 80 tahun terakhir untuk menghadirkan pikap yang andal dan praktis, era baru untuk kendaraan ini,” ujar Paolo D’Ettore, LCV Business Unit Director Nissan dalam siaran pers, Selasa 9 Juli 2019.

    Menurut Paolo, Navara anyar ini menggunakan mesin yang lebih irit yakni 6,9 liter per 100 kilometer. Soal emisi juga diklaim lebih rendah yakni 182 gram CO2 per kilometer.

    Navara mengandalkan mesin twin-turbo mampu menyemburkan tenaga dengan pilihan 163PS / 120kW dan 190PS / 140kW. Mesin tersebut menggunakan piston baja dan ring dengan teknologi diamond-like carbon coating. Rasio kompresi di mesin Navara baru juga lebih rendah dari sebelumnya, yakni dari 15,4 menjadi 15,1.

    Baca Juga: Isuzu Sebut MU-X Mewarisi Panther Masih Banyak Konsumen Fanatik

    Adapun sistem pendingin air telah diperbarui sehingga menghasilkan emisi rendah. Transmisi manual enam percepatan yang digunakan Navara baru ini dikembangkan di Eropa, dan kali pertama digunakan secara global. Hingga kini Navara telah dijual di 109 negara.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.