Alasan TAM Tetap Jual Toyota Sienta Meski Penjualan Merosot

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum meluncurkan Sienta ke Indonesia, Toyota melakukan survei selama lima tahun.

    Sebelum meluncurkan Sienta ke Indonesia, Toyota melakukan survei selama lima tahun.

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan para produsen mobil di segemn Multi Purpose Vehicle kian sengit. Salah satu produk yang menjadi 'korban' dari persaingan itu adalah Toyota Sienta, yang penjualannya terus merosot.

    Meski demikian PT Toyota Astar Motor (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia masih kekeuh menjual Toyota Sienta di Indonesia. Lantas, apa alasannya?

    Direktur Marekting TAM, Anton Jimmy Suwandi, mengatakan alasan kuat TAM masih menjual Sienta adalah permintaan konsumen di pasar. Ia menyebut meski penjualan merosot masih ada permintaan untuk Toyota Sienta.

    Baca juga: Toyota Sienta Facelift Akan Meluncur April 2019?

    "Kita masih akan lanjutkan (penjualan Sienta). Karena demand masih ada," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa 9 Juli 2019.

    Anton menurutkan bahwa permintaan tersebut umumnya di kota-kota besar di Indonesia. Ia mengkalim masih banyak konsumen yang tertarik untuk memboyong Toyota Sienta, yang punya desain pintu berbeda dengan produk-produk MPV Toyota lainnya.

    "Khususnya di kota besar itu kita tidak bicara kota kecil. Kota besar masih banyak konsumen yang ingin membeli mobil sliding door. Kita bicaranya sliding door yang tidak dimiliki Toyota Rush, Toyota Avanza dan Toyota Kijang Innova. Jadi masih ada konsumen yang menginginkan," katanya.

    Baca juga: Toyota Sienta Baru Dijual di Thailand Agustus Bareng Indonesia

    Sebagai informasi, berdasarkan data penjualan wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang periode Januari-Mei 2019 Toyota Sienta hanya terjual 371 unit. Bedanya cukup jauh jika dibanding periode yang sama pada tahun lalu, Toyota Sienta terjual 1.600 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.