Sepeda Motor Listrik SDR Bagi Hasil dengan Santri

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjajal motor listrik SDR di Bandung, Rabu, 3 Juli 2019. (Dok.Humas Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjajal motor listrik SDR di Bandung, Rabu, 3 Juli 2019. (Dok.Humas Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Sepeda motor listrik SDR rencananya akan meluncur sebanyak 60 unit untuk kalangan santri di Jawa Barat mulai September 2019. Rencana itu bagian dari keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan menyebarkan enam ribu unit sepeda motor listrik itu ke masjid-masjid.

    “Bukan hibah, tapi dipinjamkan untuk usaha dengan sistem bagi hasil,” kata Chief Executive Officer PT. Arindo Pratama Soegeng Rijadi, Rabu, 10 Juli 2019.

    Baca juga: Motor Listrik Rakitan Cirebon Siap Meluncur

    Perusahaan yang berbasis di Bandung itu mengimpor 60 persen bagian sepeda motor listrik asal Cina. Sisanya menggunakan komponen lokal. Untuk kalangan santri dan masjid itu kata Soegeng, pihaknya menyiapkan nama Kurir bagi sepeda motor listriknya. “Seperti ojek online, bisa untuk antar santri, kirim barang,” ujarnya.

    Motor Listrik SDR dengan nama Kurir untuk santri, Juni 2019. Foto/Arindo Pratama

    Penghasilan dari layanan itu yang akan dibagi ke perusahaan. Sekarang ini unit yang tersedia belum bisa dijual karena masih menunggu regulasi dari pemerintah soal kendaraan listrik. Produksi masih terbatas kecil-kecilan sambil merampungkan pabrik rakitan motor asal Cina itu di Cirebon. Kerja sama dengan kalangan santri itu kata Soegeng sebagai usaha pemberdayaan ekonomi warga.

    Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan menghibahkan sekisar 6.000 unit sepeda motor listrik rakitan PT Arindo Pratama ke masjid-masjid di Jawa Barat. Sepeda motor itu nantinya dikelola oleh Dewan Keluarga Masjid (DKM) untuk usaha dan menjalankan program pemerintah.

    Baca juga: Yamaha Sedang Siapkan Motor Listrik dengan Kecepatan 100 KM

    Misalnya kata Gubernur Ridwan Kamil, untuk mengirim sembako dari Bulog ke warga atau usaha apapun. Mengutip dari siaran pers dari Humas Pemprov Jabar, nanti bagi hasil pihak swastanya mendapatkan fee dari kegiatan itu. “Masjidnya mendapatkan pendapatan tanpa harus membeli motor," ujarnya Rabu pekan lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.