Tangki Bahan Bakar Mudah Rusak, Ribuan Ford Focus Ditarik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ford Focus 2017 (Antara)

    Ford Focus 2017 (Antara)

    TEMPO.CO, JakartaFord Motor Company menarik dari peredaran (recall) puluhan ribu Ford Focus buatan 2012 hingga 2017 karena masalah pada katup pembersih tabung yang berpotensi menyebabkan tangki bahan bakar cepat rusak.

    Katup pembersih tabung yang tidak berfungsi memicu sistem manajemen uap bahan bakar tidak normal dan berpotensi merusak tangki, kata Ford dalam pernyataan resminya, dikutip Kamis, 11 Juli 2019.

    Baca juga: Ford Segera Luncurkan Escape Generasi Baru April 2019

    Jika masalah itu terjadi, pengguna Ford Focus akan melihat lampu indikator kerusakan, petunjuk ukuran bahan bakar yang tidak akurat atau tidak menentu, dan berpengaruh pada performa kendaraan.

    Masalah ini terjadi pada sebagian Ford Focus buatan 2012 hingga 2017 yang dilengkapi mesin GDI 2.0 liter yang diproduksi di pabrik Michigan antara 7 Oktober 2010 hingga 23 Juli 2012 serta 24 Agustus 2016 hingga 13 April 2017.

    Kemudian Focus ST 2013-2014 bermesin GTDI 2.0 liter yang dibuat di pabrik yang sama pada 3 Mei 2012 hingga 11 Desember 2014.

    Ford mengaku belum mendapatkan laporan kecelakaan atau cedera terkait kondisi ini.

    Baca juga: Modifikasi Ford 1932 di Hot Rod Party Habiskan Rp 500 Juta

    Diler akan memprogram ulang modul kontrol powertrain di kendaraan yang terkena dampak dengan kalibrasi perangkat lunak yang pas dan mengganti katup pembersih tabung, sesuai kebutuhan.

    Jika katup pembersih tabung diganti, diler akan memeriksa dan mengganti tabung karbon, tangki bahan bakar, dan modul pengiriman bahan bakar, sebagaimana diperlukan.

    Pemilik Ford Focus disarankan untuk menjaga tangki tetap terisi bahan bakar setidaknya setengahnya hingga masalah pada kendaraannya itu diperbaiki.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.