Honda CR-V 2020 Punya Knalpot Model Trapesium

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rendering Honda CR-V 2020. Sumber: kolesa.ru

    Rendering Honda CR-V 2020. Sumber: kolesa.ru

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda CR-V generasi baru berulang kali menjalani pengujian di jalanan. Secara bentuk dan desain, Honda CR-V 2020 tidak mengalami perubahan signifkan. Namun sejumlah detail diprediksi akan mengalami perubahan lebih modis. Hal terungkap dalam rendering yang dibuat salah satu situs otomotif Rusia, Kolesa.

    Baca Juga: Ramadan, Mobil Bekas Toyota Kijang Innova dan Honda CR-V Laris

    Render tersebut mengungkap tampilan depan Honda CR-V memiliki desain lubang masuk baru dengan sejumlah sudut, dengan bemper krom. Pada bagian bawah ada foglamp yang kini sudah mengadopsi LED. Gril masih mempertahankan gaya lama dengan model rumah tawon bagian dalam dengan nuansa krom di bagian luar.

    Rendering Honda CR-V 2020. Sumber: kolesa.ru

    Pada bagian belakang, perubahan juga lebih halus. Kolesa menambahkan sepasang outlet knalpot trapesium kecil. Bagian putih lampu belakang mendapatkan kini lebih keren meski modelnya masih bentuk boomerang.

    Soal interior masih belum jelas, namun diprediksi ada peningkatan perangkat lunak pada infotainment. Pembaruan ke rangkaian teknologi bantuan pengemudi, hanya karena sistem ini adalah titik penjualan utama di segmen SUV.

    Baca Juga: Menjajal Ketangguhan Honda CR-V Baru Bermesin Turbo

    Mesin Honda CR-V mengandalkan kapasitas 2,4-liter empat-silinder yang menghasilkan tenaga 184 tenaga kuda (137 kilowatt) dan 180 pound-kaki (244 Newton-meter). Ada kemungkinan juga mengandalkan mesin 1,5-liter turbocharged empat-silinder dengan 190 hp (142 kW) dan 179 lb-ft (243 Nm). Dua mesin ini dilengkapi dengan gearbox CVT, dan ada pilihan penggerak semua roda depan atau opsional.

    Honda CR-V kemungkinan akan muncul pada pameran mobil pada 2019 atau di awal 2020.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.